KPU dan Bawaslu Papua Tengah tanggapi insiden Logistik di Paniai, Jennifer D. Tabuni; ini terjadi karena miskomunikasi dan pelaku termakan isu HOAX

Dari kanan ke kiri, Ketua Bawaslu Papua Tengah Markus Madai, Ketua KPU Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni dan Komisioner KPU divisi Sosialisasi dan SDM Oktovianus Takimai, dalam konferensi pers di Kantor KPU Jalan Drs. A. Gobai, Selasa (13/02/2024). Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu   Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Tengah menggelar konferensi pers, guna menanggapi insiden logistic Pemilu yang terbakar di Kabupaten Paniai (12/02) kemarin. Konferensi pers berlangsung di lantai 2 Kantor KPU Papua Tengah, Jalan Drs. A. Gobai, Selasa (13/02/2024) siang.

Jennifer D. Tabuni mengatakan, insiden logistic Pemilu yang terjadi di beberapa Distrik di Paniai itu akibat miskomunikasi dan pelaku kemungkinan termakas issu HOAX.

Bacaan Lainnya

“Ini soal kurang Komunikasi yang menyebabkan pelaku atau masyarakat mulai curiga lalu membongkar, membuang hingga melakukan pembakaran logistic Pemilu,” kata Tabuni didampingi Ketua Bawaslu Markus Madai dan Komisioner KPU divisi Sosialisasi dan SDM Oktovianus Takimai.

Menurut Tabuni, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama dengan Pemprov, anggota Forkopimda serta Bawaslu. Hasil rapat diputuskan bahwa akan dilakukan pantauan ke lapangan (Paniai), agar mengecek secara detail peristiwa tersebut.

Sebab dari informasi yang tersebar di masyarakat, bahwa Form C adalah palsu, padahal tidak. Form itu asli, kalau saat pemilu 2014 dan 2019 terdapat hologram, namun Pemilu 2024 ini tidak lagi berhologram, melainkan barcode.

“Kami sudah rapat koordinasi dan akan turun cek di lapangan. Lalu perlu diketahui bahwa form C. HASIL tidak berhologram, tapi menggunakan barcode dengan C.HASIL. sekali lagi itu asli,” tuturnya.

Jennifer yang lahir di Makassar ini mengharapkan agar masyarakat di Paniai secara khusus dan di delapan Kabupaten di Provinsi tidak mempercayai isu-isu HOAX dan menyesatkan jelang pencoblosan.

Masyarakat ajak Jennifer, harus tenang dan menyiapkan diri untuk memberikan hak suaranya di TPS esok (14/02). Dan tidak mudah termakan isu provokasi dari pihak manapun.

“Kami harap, warga siapkan diri untuk memberikan hak suaranya besok, lalu tidak mudah mendengar hasutan yang tidak membangun,” tegasnya.

Selain itu, Jennifer juga meminta kepada aparat keamanan untuk menindak tegas oknum-oknum yang melakukan pembuangan dan pembakaran kotak suara dan aktor penyebar HOAX.

“Sebagai penyelenggara, kami harap aparat tindak tegas pelaku dan aktor dibalik insiden tersebut. Sebab logistic pemilu yang telah didistribusikan sudah lengkap berisi surat suara,” harapnya.

Sementara itu, komisioner KPU Papua Tengah, divisi Sosialisasi dan SDM, Octovianus Takimai mengatakan, persiapan seluruh logistik pemilu di Provinsi ini berjalan lancar hingga distribusi ke seluruh Kabupaten, termasuk Paniai berjalan sesuai tahapan.

Menurutnya, insiden di Paniai terjadi lantaran adanya informasi yang kurang lengkap kepada penyelenggara bawah. Akibatnya masyarakat salah menanggapi bahwa tidak-adanya formulir Model C. HASIL didalam kotak suara.

“Saya tegaskan sekaligus memastikan bahwa seluruh proses mulai dari pengepakan dan sortir, C. HASIL ada di dalam kotak itu. Jadi ini persoalan miskomunikasi sehingga muncul kejadian itu. Dan kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman di Paniai,” tuturnya.

Octovianus, membernarkan bahwa insiden yang sama terjadi di Baya Biru yakni pembakaran kantor Distrik itu sama karena miskomunikasi. Yakni persoalan data dari Kemendagri yang masuk ke KPU, sehingga ada data yang kurang sinkron.

“Kami menggunakan data yang dikeluarkan dari Kemendagri, sementara ada pemekaran-pemekaran yang mungkin dalam proses, sehingga itu tidak tercover,” tambah Takimai.

Markus Madai, Ketua Bawaslu Papua Tengah, menyinggung hasil pengawasan yang dilakukan pihaknya terkait kejadian pembakaran logistik pemilu di Paniai.

“Kami sudah koordinasi dengan kawan-kawan di Paniai. Dan semua ini terjadi karena miskomunikasi. Dan kami akan terus melakukan pengawasan. Dan didalam form pengawasan dilampirkan kronologi kejadian di tempat pembakaran, karena dihilangkan C.HASIL-nya,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video dan foto logistik Pemilu 2024 berupa kotak hingga surat suara di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, pada Senin (12/02/2024, dibuang dan dibakar sejumlah sejumlah warga.

Kendati demikian, insiden di Baya Biru dan Paniai, KPU dan Bawaslu tidak memperngaruhi pencoblosan pada esok (14/02/2024) dapat berjalan sesuai tahapan.[*]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Bumiofinavandu.com”, caranya klik link https://t.me/wartabumiofinabirepapuatengah lalu join. Jangan lupa install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. I began reading this phenomenal site earlier this week, they create stellar content for visitors. The site owner is doing a terrific job of engaging the audience. I’m impressed and hope they persist with their wonderful efforts.