John Gobai dan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub rapat bahas rute Kapal Perintis

John NR Gobai dan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub rapat bahas rute Kapal Perintis, Jumat (24/11/2023).– Bumiofinavandu/IST.

Jakarta, Bumiofinavandu –   Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI, menggelar rapat evaluasi dan sinergi terhadap konektivitas Transportasi laut di Wilayah Papua, Maluku dan NTT. Rapat tersebut dihadiri perwakilan dari masing-masing wilayah, yang memaparkan update konektivitas transportasi laut.

Pertemua tersebut di ruang rapat Sriwijaya, Lt. 4. Gd Cipta. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Ji. Medan Merdeka Barat No. 6. Jakarta Pusa pada Jumat (24/11/ 2023) pagi.

Bacaan Lainnya

Menurut Direktur lalu lintas dan angkutan laut, Kemenhub, Hendri Ginting, berdasarkan surat perbaikan usulan dari Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Papua nomor: 552/1/690/PHB, tanggal 13 September 023, terdapat usulan pelabuhan singgah Teluk Umar, Yaur, dan Wapoga diakomodir pada trayek R-98 Tahun Anggaran 2024.

“Ada usulan dari Nabire juga,” tutur Ginting.

Ginting juga m,engarahkan agar dilakukan diskusi dengan Kabid Pelayaran Dishub Papua Selatan. Hal ini agar kapal Perintis dari agats ke sawaerma di Papua Selatan dapat ditambah lagi ke 2 Pelabuhan di Mimika agar Kapal Perintis bisa singgahi Jita, Agimuga dan Pomako, Kabupaten Mimika.

Lalu Kapal KM Sabuk Nusantara 53 Atau Yang Juga Biasa Disebut Kapal Sanus 53 Melayani Pelayaran Dari Pelabuhan Merauke menuju Wanam dan Asty, kemudian menuju Agats dan Sawaerma.

“Ada juga usulan dati Papua Selatan, agar ditambah pelabuhan singgah ke jita, Agimuga dan Pomako di Mimika. jadi perubahan trayek Sanus 53 menjadi Merauke – Wanam – Asty – Agats –Sawaerma –  Sipu sipu/Jita – Agimuga – Pomako,” ungkapGinting.

Sementara itu legislator Papua, John NR Gobai mengharapkan agar Kemenhub mengambil dengan menghadirkan pelabuhan singgah baru kapal perintis di Mimika dan Nabire, Papua Tengah.

“Putra – putri Orang Asli Papua (OAP) juga berprofesi pelaut, yakni dari perisir  Sorong sampai ke Merauke. Maka secara kompetensi di bidang maritim (kepelautan), mereka telah siap sesuai ketentuan International Maritime Organization (IMO) STCW-1978 dengan Amandemennya,” harap Gobai.

Gobai mengisahkan, 60 tahun silam sejak tanggal 01 Mei 1963 Irian Barat integrasi ke Ibu Pertiwi, dimana pelaut-pelaut niaga Irian Barat (Papua) dikala itu, dihitung dengan jari.

“Akan tetapi, saat ini udah berubah jauh dengan adanya perkembangan IPTEK yang semakin maju, khususnya di bidang Maritim ditambah lagi dengan hadirnya Politeknik Pelayaran di Sorong berskala internasional yang setiap tahun menghasilkan SDM yang berkualitas serta berdaya saing tinggi yang siap terjun ke dunia maritim baik lokal, nasional, bahkan internasional (foreign going),” kisahnya.

Gobai dan kawan-kawannya meminta kepada Dirjen agar dapat mengerti dan memahami kondisi real di lapangan khususnya yang berhubungan dengan mantim dimana setiap tahun kapal perintis berlabel Sabuk Nusantara sebagai hibah pemerintah pusat melalui Kementenan terkait cg. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk melayani masyarakat di wilayah timur di Indonesia khususnya Papua di daerah masih tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan.

Namun sangat disayangkan kapal perintis dimaksud tidak melibatkan Pelaut Orang Asli Papua, baikrRating maupun Officer sedangkan kapal-kapal perintis dimaksud beriayar di wilayah perairan Otonomi Khusus.

“Papuan Marine Cenderawasih (PMC) meminta diberi kesempatan walaupun jabatan sebagai Ordinary Seaman’s (Kelasi) atau cleaning service di atas kapal,” pungkasnya.[*]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Bumiofinavandu.com”, caranya klik link https://t.me/wartabumiofinabirepapuatengah lalu join. Jangan lupa install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. obviously like your web-site but you have to check the spelling on several of your posts. Many of them are rife with spelling issues and I find it very troublesome to tell the truth nevertheless I’ll surely come back again.