Palang di Kancab Bank Papua Nabire belum buka

Pemalangan Kantor Cabang Bank Papua di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Oyehe oleh keluarga Yamban, Rabu (27/07/2023). – Bumiofinavandu.

“Ini kami lakukan karena tidak puas. Pihak Bank seolah-olah memutar balik fakta, bahkan tidak ada niat untuk menyelesaikan atau bertemu keluarga guna mencari solusi. Janji pihak Bank hanya lima Tahun dan sekarang sudah 15 Tahun”

Nabire, Bumiofinavandu –  Yang keempat kali, keluarga Robert Yamban di Nabire kembali melakukan pemalangan di Kantor Cabang (Kancab) Bank Papua di Nabire, di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Oyehe, Distrik Nabire, Papua Tengah. Pemalangan terjadi sejak Selasa (25/07/2023) kemarin pagi.

Hingga hari ini Rabu (26/07), aksi yang dikawal oleh Badan Masyarakat Adat Suku Wate (BMA _ SW) tersebut belum menunjukkan tanda-tanda di buka.

Menurut Sem Yamban, ahli waris dari Robert Yamban menjelaskan bahwa sekal 15 Tahun, sudah empat kali pihaknya melakukan aksi pemalangan di Tanah yang kini ditempat pihak Bank Papua Kancab Nabire.

“Sudah 15 Tahun keluarga menunggu penyelesaian tanah ini, tapi tidak pernah ada penyelesain dari pihak Bank. Sudah ada kesepakatan dari keluarga, Bupati Nabire dan adat (BMA _ SW) bahwa ada penyelesaian, ternyata tidak ada maka kami kembali palang, Kami tidak akan buka sampai diselesaikan,” kata tutur Yamban.

Kata dia, aksi tersebut telah disampaikan bahkan di kawal oleh Kepala Suku Wate. Sehingga tidak akan pernah dibuka hingga ada penyelesaian.

“Ini kami lakukan karena tidak puas. Pihak Bank seolah-olah memutar balik fakta, bahkan tidak ada niat untuk menyelesaikan atau bertemu keluarga guna mencari solusi. Janji pihak Bank hanya lima Tahun dan sekarang sudah 15 Tahun,” katanya menjelaskan.

Pantauan media ini, akibat dari pemalangan tersebut tidak ada aktivitas yang dilakukan pihak Bank sejak diduduki keluarga Yamban kemarin sore. Hanya beberapa anggota Polisi yang berjaga-jaga di depan Kantor, sementara aksi pemalangan dikawal oleh Ketua Dewan Penasehat BMA + SW Daniel Mandiwa dan Kepala Suku Wate Alex Raiki.

Menurut Alex Raiki, kehadiran BMA _ SW sebagai bentuk pengawalan. Yang tujuannya agar persoalan ini segera diselesaikan.

Sebab kata Raiki, aksi ini akan sangat mengganggu pelayanan Bank Papua terhadap nasabahnya di daerah ini. Ia menyarankan agar pihak Bank Papua tidak tinggal diam, tetapi segera mungkin menyelesaikan persoalan dan tuntutan dari keluarga Robert Yamban.

“Kami kawal, tujuannya agar masalah ini segera diselesaikan. Sehingga kedepannya tidak ada lagi aksi palang memalang yang berakibat pada terganggunya pelayanan nasabah,” tandasnya.

Hinga berita ini di terbitkan, belum ada informasi yang diperoleh dari pihak Bank Papua Maupun Pemkab Nabire.[*]

Dapatkan update berita Bumiofinavandu.com dengan bergabung di Telegram. Caranya muda, Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di Android/Ponsel lalu klik https://t.me/wartabumiofinabirepapuatengah lalu join. Atau dapatkan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun warta bumiofinavandu.

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar