Cara IKW Nabire meriahkan Paskah 2023

Nabire, Bumiofinavandu –  Ikatan Keluarga Waur atau IKW Nabire, menggelar beberapa kegiatan dalam rangka memeriahkan Paskah, 09 April 2023. Lomba yang digelar antara lain, lomba menghias Telur Paskah dan lomba makan kerupuk serta lomba mencari Telur Paska bagi anak-anak usia PAUD.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kompleks perumahan warga Waur di Kampung Sanoba, Distrik Teluk Kimi, Nabire – Papua Tengah pada Minggu (09/04/2023) siang.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua IKW Nabire Liberatus Ngutra mengatakan, lomba menghias Telur Paskah dilaksanakan oleh bidang kerohanian IKW, dan diikuti oleh seluruh warga yang tergabung dalam IKW Nabire.

“Ini kegiatan dari bidang kerohanian IKW Nabire,” ujarnya di sela-sela kegiatan itu.

Menurutnya, warga diberikan kebebasan untuk berkreasi dalam menghias telur paskah. Penilaian berdasarkan kebersihan dan kerapian dalam menghias Telur Paskah. Sedangkan dalam lomba makan kerupuk, diutamakan kecepatan dalam menghabiskan kerupuk dan tidak ditarik putus talinya.

“Kalau untuk lomba mencari Telur Paskah, anak-anak usia PAUD yang ikut,” tutur Ngutra.

“Ada beberapa hadiah yang disiapkan bagi pemenang oleh tim pelaksana atau bidang kerohanian, sesuai keuangan Kerukunan,” sambungnya lagi.

Ia berharap, agar melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh kerukunan IKW Nabire, warga semakin memperkokoh persatuan dan kekerabatan satu sama lain.

“Saya harap kerukunan ini dijaga dan dirawat sebagai bagian dari persatuan sesama orang Waur di Nabire,” harapnya.

Asal usul dan makna Telur Paskah

Melansir dari berbagai sumber,  paskah merupakan hari raya keagamaan umat Kristiani. Dan salah satu simbol Paskah adalah “Telur Paskah” . Telur menjadi simbol kuno kehidupan baru dalam tradisi pagan atau paganisme.

Paganisme sendiri adalah istilah yang pertama kali muncul di dalam komunitas Kristen di Eropa bagian Selatan selama Abad Kuno Akhir. Sebagai suatu deskriptor atas agama-agama selain agama mereka sendiri, atau agama Abrahamik terkait; yaitu Yudaisme dan Islam.

Kemudian Telur Paskah dari perspektif Kristen, dikatakan mewakili kebangkitan kembali Yesus. Maka menghias Telur Paskah, adalah tradisi kuno di abad ke-13. Dalam tradisi ini, telur sebelumnya merupakan makanan terlarang selama musim Lenten. Maka orang akan melukis dan menghiasnya untuk menandai akhir periode penebusan dosa dan puasa, kemudian memakannya pada paskah sebagai perayaan.

Sedangkan Telur Paskah dan tradisinya sebagai” kematian dan kelahiran kembali”. Olehnya itu, “Telur Paskah memiliki makna dan pengaruh yang besar pada tradisi Kekristenan dan Islam. Orang-orang Kristen menggunakan telur yang dicat merah untuk menggambarkan darah yesus Kristus menumpahkan salib ketika dia disalibkan. Mereka memberkati telur dan meminta agar bergizi bagi mereka yang menerima kebangkitan Kristus yang hidup dan berkuasa selamanya.

Sedangkan melansir dari Coles.com.au, tradisi makan dan menghias telur rebus di hari Paskah telah dimulai sejak ratusan tahun lalu di Timur Tengah. Keyakinan itu didasari temuan telur burung unta berhias di Afrika yang telah berumur 60 ribu tahun.

Di tahun 1870-an, masyarakat Eropa memulai tradisi menghias coklat berbentuk telur ayam. Selanjutnya, pada abad ke-19, coklat berbentuk telur Paskah mulai muncul di Prancis dan Jerman.

Melanjutkan tradisi di Jerman, saat Inggris dipimpin Ratu Victoria, mereka memperbarui tradisi cokelat telur Paskah dalam bentuk telur mainan. Mainan itu ditutupi kain satin dan diisi dengan hadiah Paskah.[*]

Dapatkan update berita Bumiofinavandu.com dengan bergabung di Telegram. Caranya muda, Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di Android/Ponsel lalu klik https://t.me/wartabumiofinabirepapuatengah lalu join. Atau dapatkan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Warta Bumiofi.

 

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 Komentar

  1. That is really attention-grabbing, You are an overly
    professional blogger. I’ve joined your feed and stay
    up for in search of more of your fantastic post.
    Additionally, I’ve shared your web site in my social networks

  2. Ping-balik: check this site out