Polres Nabire rilis hasil Laboratoris Kriminalistik kematian Dokter Mawar, Kapolres; 64 barang bukti dan 68 saksi sudah diperiksa

Suasana Jumpa Pers di ruang koridor Polres Nabire, Selasa (28/03/2023). – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu –  Hasil otopsi jenazah dokter MS yang meninggal di Nabire telah dikeluarkan. Hasil tersebut diperoleh dari tim kedokteran forensik di Makassar yang dikeluarkan oleh laboratoris kriminalistik.

Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya didampingi Wakapolres Kompol I Wayan Laba, dalam jumpa pers di Nabire, Selasa (28/03/2023) mengungkapkan, hasil forensik menunjukan tentang pemeriksaan luar maupun dalam.

Bacaan Lainnya

Dari pemeriksaan luar, ditemukan beberapa memar di beberapa bagian tubuh korban. Sementara pemeriksaan dalam ditemukan adanya patah tulang rusuk di dada kanan  dan kiri, yakni tulang rusuk keempat dan ke tujuh sebelah kanan dan luka memar pada dada akibat trauma tumpul.

Sehingga penyebab kematian korban akibat kegagalan pernapasan, yang disebabkan pendarahan pada rongga dada kiri dan adanya Pneumothorax atau kondisi ketika udara terkumpul di rongga pleura, yaitu ruang di antara paru-paru dan dinding dada, akibat robeknya segmen bawah paru-paru kiri oleh trauma tumpul.

“Maka kesimpulan hasil otopsi jenazah menunjukan bahwa tidak ditemukannya senyawa sianida, alkohol, pestisida serta obat-obatan lainnya, tetapi banyak luka memar di tubuh korban. Ini hasil pemeriksaan hasil otopsinya,” ungkap AKBP I Ketut Suarnaya.

Sedangkan tim penyidik yang menangani kasus kematian dokter MS tersebut menurut Kapolres, berasal Mabes Polri, tim khusus bentukan Polres Nabire yang masih terus berupaya untuk mengungkap pelaku. Dan sebanyak 68 saksi yang sudah dimintai keterangan, mereka yang diperiksa atau dimintai keterangan berasal dari rekan kerja, teman dekat atau sejawat.

Kapolres I Ketut bilang bahwa dari keterangan para saksi, tidak ada yang mengarah pada kematian dokter MS disebabkan oleh adanya penyakit, ataupun akibat korban kejahatan atau kriminal.

“Maka kesimpulan hasil pemeriksaan baik dari tim medis maupun penyidik, mengarah pada kriminalitas. Namun ini baru sebatas dugaan, sebab tim masih bekerja untuk mengungkap kasusnya. Sebab untuk menetapkan seseorang tersangka, harus mengantongi alat bukti yang kuat untuk disangkakan kepada seseorang, jadi belum ada orang yang ditangkap,” tutur Kapolres kepada awak media.

Lanjutnya, pihak Polres Nabire akan berusaha untuk mengungkapkan kasus tersebut, namun harus membutuhkan waktu. sebab polisi sangat membutuhkan banyak petunjuk dan barang bukti guna mengungkapkan kasus dokter Mawar.

Saat ini, penyidik telah memiliki sedikitnya 64 barang bukti, seperti tas, ipad, laptop, netbook, uang, cairan kuning, bekas nasi dan sebagainya, namun ada handphone dan tas lain milik korban yang belum ditemukan.

“Ada satu buah Handphone milik korban yang belum ditemukan. Kami akan berupaya untuk mengungkap kasus ini, tapi membutuhkan sedikit waktu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Almarhum Dokter Mawar ditemukan tak bernyawa di perumahan dokter di Kelurahan Siriwini, Nabire, Papua Tengah. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIT Kamis (09/03) malam.

Dia ditemukan oleh tiga orang saksi yang dikabarkan merupakan rekan kerja korban.[*]

Dapatkan update berita Bumiofinavandu.com dengan bergabung di Telegram. Caranya muda, Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di Android/Ponsel lalu klik https://t.me/wartabumiofinabirepapuatengah lalu join. Atau dapatkan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Warta Bumiofi.

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Ping-balik: site