Kriminalitas terus terjadi, Polres Nabire razia selektif

Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya (kanan), didampingi Wakapolres Nabire Kompol I Wayan Laba (kiri) dalam jumpa pers di ruang koridor Polres setempat, Selasa (28/03/2023). – Bumiofinavandu/Tonci Numberi.

Nabire, Bumiofinavandu –  Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya mengungkapkan, aksi kriminalitas seperti jambret, pencurian dengan kekerasan lalu melukai korban dengan kekerasan dan lainnya masih terus terjadi di daerah ini.

Sehingga pihaknya mulai melaksanakan gerakan razia selektif dengan multi sasaran yakni senjata api, amunisi dan senjata tajam.

Bacaan Lainnya

“Jadi kami lakukan gerakan razia selektif terhadap sajam, amunisi. Ini merupakan upaya kami (Polisi) dalam melakukan upaya pencegahan terhadap aksi kriminalitas di daerah ini,” ungkap Kapolres I Ketut dalam jumpa pers di ruang koridor Polres Nabire, Selasa (28/03/2023).

Menurutnya, kejahatan sering terjadi berawal dari seringnya membawa senjata tajam, yang diduga untuk berjaga-jaga namun sangat riskan menimbulkan naluri untuk bisa berbuat kejahatan dan melukai seseorang. Maka pihaknya untuk hari ini (28/03) melaksanakan razia di beberapa titik seperti perempatan Wadio (jalur ke Topo dan Nabire Barat), serta beberapa titik lainnya. Hasil razia jelas Kapolres, terdapat Sembilan senjata tajam yang diamankan anak buahnya. Seperti pisau parang dan sebagainya.

“Hari ini kami laksanakan razia intensif seperti sebelumnya. kami sering melakukan dan  Akibat dari pelaku yang sering membawa sajam dan menimbulkan keresahan,” tuturnya.

Sehingga sambung Kapolres yakni sesuai dengan himbauan Kapolda Papua, agar masyarakat menghilangkan tradisi membawa senjata tajam, Misalnya panah, badik, parang. Yang bertentangan dengan UU darurat sebab digunakan dengan niat melakukan angka kejahatan.

Dan untuk wilayah Nabire, titik-titik rawan sudah di dipetakan Polisi. Namun di daerah yang sering bahkan banyak kejadiannya adalah di daerah wadio, sedangkan daerah lain kurang.

“biasanya, kalau ada laporan polisi langsung respon. Namun saat tiba di TKP pelaku sudah melarikan diri,” sambung Kapolres.

AKBP I Ketut Suarnaya berpesan agar seluruh masyarakat di daerah ini selalu mawas diri dan waspada terhadap kejahatan.

Para orang tua harus mengawasi dan menasehati anaknya. Kemudian di tingkat RT/RW harus mengaktifkan pos-pos ronda guna meminimalisir tingkat kriminalitas.

“Kalau ada pos-pos ronda, maka pasti akan mengurangi kejahatannya. Ini sangat perlu,” pungkasnya.[*]

Dapatkan update berita Bumiofinavandu.com dengan bergabung di Telegram. Caranya muda, Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di Android/Ponsel lalu klik https://t.me/wartabumiofinabirepapuatengah lalu join. Atau dapatkan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Warta Bumiofi.

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Semoga operasi selektif yg di lakukan nantinya bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat kota Nabire.. bravo Bpk Kapolres Nabire dan jajarannya..