Rakornas Dukcapil di Manado, Disdukcapil Nabire target pelayanan IKD capai 25%

Antrian masyarakat saat mengurus Adminduk di Disdukcapil Nabire, Senin (27/02/2023). – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu –  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, telah mengikuti menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).

Rakornas yang diikuti oleh 514 Kabupaten/Kota dan Provinsi tersebut merupakan agenda tahunan yang dibuka oleh Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dengan tema “Digitalisasi Adminduk untuk Kemudahan Layanan Publik dan Pemilu 2024. Yang berlangsung di Novotel Manado Golf Resort & Convention Center, Kairagi II, Sulawesi Utara, 8-10 Februari 2023 lalu.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Nabire, George Takahindangen mengatakan, hasil Rakornas adalah Dukcapil dituntut untuk “Go Digital”. Artinya, dituntut untuk tidak bekerja lagi secara manual.

Dan beberapa Kabupaten/Kota sudah menerapkan”Go Digital”, dengan pelayanan secara online. Misalnya di Kabupaten Mimika. Saat ini Disdukcapil Mimika sudah memiliki nomor WhatsApp khusus untuk melayani pengurusan Adminduk secara online.

“Jadi dalam WhatsApp itu masyarakat mengurus secara online. Masyarakat hanya mengirim persyaratan ke admin Disdukcapil. Ini contoh dari Mimika,” kata Takahindangen di ruang kerjanya, Senin (27/02/2023).

Nabire saat ini memang belum memiliki media pelayanan online. Namun dijelaskan Takahindangen, kedapan segala bentuk pelayanan akan diupayakan untuk menuju “Go Digital”. Dan saat ini seluruh Kabupaten/Kota telah memiliki aplikasi IKD dan dapat di cari dan di download di playstore handphone android.

IKD atau Aplikasi Identitas Kependudukan Digital berfungsi sebagai pengganti e-KTP Fisik dan merupakan aplikasi digitalisasi resmi dari pemerintah secara Nasional.

“Nantinya foto dan mengisi sesuai perintahnya. Lalu setelah mengisi data akan diminta barkot di Dukcapil. Manfaat dari IKD adalah semua dokumen kependudukan keluarga ada (KK, KTP, Akta Kelahiran dan sebagainya). Misalnya juga kalau di bank, tidak perlu menunjukan KTP fisik, cukup KTP digital lalu ada barkot yang keluar untuk di scan oleh bank. Tidak perlu lagi KTP fisik di bawah ke mana-mana,” jelasnya.

Menurutnya, target Disdukcapil Nabire di Tahun sebelumnya untuk e-KPT mencapai 99,7%. Namun untuk IKD targetnya harus mencapai 25 untuk Tahun 2023 dari total jumlah penduduk Nabire.

IKD juga nantinya selain untuk melayani Adminduk, akan melayani keperluan Pemilu di 2040 mendatang.

“Nantinya, ada menu khusus dalam Apl IKD yang menjelaskan atau menunjukan dimana Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari bapak/ibu. Tidak perlu ke KPU atau tunggu surat undangan, tapi akan menjelaskan dimana TPS untuk mencoblos untuk Pemilu 2024,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri melalui Dirjen Dukcapil, Prof. Zudan Arif Fakrulloh memberikan tujuh arahan dalam Rakornas di  Provinsi ‘Bumi Nyiur Melambai’.

Berikut Tujuh pesan Mendagri Tito Karnavian yakni;

Pertama, Benahi seluruh sistem di Dukcapil agar data kependudukan yang dihasilkan lebih akurat. Pendataan penduduk harus melalui kegiatan jemput bola dengan mendatangi penduduk di kediaman/wilayahnya.

Kedua, Disdukcapil di seluruh Indonesia harus mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan Adminduk.

Ketiga, gunakan data Dukcapil untuk perencanaan pembangunan dan mengeksekusi berbagai program pemerintahan. Gunakan single identity number berbasis NIK, tidak ada kode referensi lain untuk penduduk selain Nomor Induk Kependudukan. Program bansos dan subsidi gunakan NIK, Dapodik dengan NIK, begitu pula BPJS Kesehatan dan NPWP sudah digantikan dengan NIK.

Keempat, jangan ada pungli. Upayakan sistem pelayanan harus transparan dan pelayanan dokumen kependudukan harus  selesai. Yakni Same Day Service atau selesai di hari yang sama. Lalu mengumumkan setiap hari sisa blanko yang setiap hari di setiap loket pelayanan.

Kelima, hilangkan paradigma lama yang mempersulit masyarakat. Semua pelayanan adminduk harus lebih dipermudah. Misalnya, membuat KTP-el dan surat keterangan pindah domisili tidak perlu surat pengantar RT/RW, cukup dengan membawa KK. Untuk membuat akta kematian orang meninggal dunia, cukup membawa surat keterangan kematian dari rumah sakit.

Keenam, benahi mentalitas, integritas dan kompetensi SDM Dukcapil. Yakni mengedepankan ‘Talenta Digital’, melalui Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Karena hanya dua kampus tersebut yang mengajarkan Program Studi Adminduk yang memiliki mindset digital.

Ketujuh, ciptakan iklim kerja yang kompetitif dengan memberikan reward and punishment.[*]

Dapatkan update berita Bumiofinavandu.com dengan bergabung di Telegram. Caranya muda, Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di Android/Ponsel lalu klik https://t.me/wartabumiofinabirepapuatengah lalu join. Atau dapatkan juga di medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok) dengan nama akun Warta Bumiofi.

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 Komentar

  1. Ping-balik: mossfirearmsusa.com
  2. Ping-balik: buy peyote buttons
  3. Ping-balik: Highbay