Anak Tiri

Gita Cinta untuk Natalia

Kami anak-anak dari Rahim pertiwi

Disangka tiri lalu jadi anak tiri

Bacaan Lainnya

Kami punya harga diri tapi banyak yang iri karena kami berkreasi,

Entah kapan dunia semakin anjrit

Irit kata minim harga lalu hilang makna,

Inilah kisah manusia-manusia tersingkir dari ujung negeri

Gara-gara bagaya sesuai adanya

Lalu dicap tra pantas lalu dihempas

Inilah cerita kami yang terhempas,

Kalau kita satu darah stop gerah lalu buang muka saat kusuka,

Anak tiri selalu berdiri

Menata langkah lalu berlari

Terus berlari dan tra berharap kembali,

Kalau mau jujur untuk apa satu darah kalau dibiking marah

toh negara hanya menangis pas kita terberai dan berderai

pancasila itu kita, bukan mantra cerita

jangan bersembunyi di balik NKRI Harga Mati

Saat memberangus aspirasi kami yang tra pernah mati-mati,

Kalau anak tiri berdiri di sini, kalian kami buat menjerit lalu berlari

Kalau mengaku beragama, saat sesama sirna tanpa nama

Tapi hati busuk pikiran tra masak lalu terasuk

Seperti joker baru bilang, padahal otak kere,

Ai mama mia ee

Ini tanah kita sayang ee,

Kami berhak punya cerita

mari kawan di Rahim persada

tanah kita adalah kita yang punya pancasila,

kita berkelana di Rahim persah, tapi dicap makar kala opini berbeda

kami berorasi trada emosi tapi suara dianggap basi

suara kami bukan basa-basi saat aspirasi melejit di langit,

tapi kenyataan di ibu pertiwi masa kini terus terjadi

rimba yang kaya tra pernah dianggap ada

Cuma Jakarta mengada-ada, saat melawat sesaat di timur sana,

Kalau anak tiri berdiri, kalian kami buat menjerit lalu berlari

Rahim kami dicabik-cabik pakai badik

Tanah kami di jarah bagai tawanan perang tanpa arah

Luka menganga bagai Selat Nusa di ujung cerita,

Doa kami mengalir sampaijauh

Pohon sagu jadi perahu, dikayuh lintas pulau jauh

Melepas sauh takkala cenderawasih membuang gerah,

Di barat sana mereka tertawa semberi meludah

Di timur sini anak negeri menahan candaan otak mati yang dibungkus rapi

Di tegara seberang ipar cendana tetangga papuana

Satu nasib beda cerita anak Melanesia.

Jayapura, 17 Oktober 2019*

Dilansir dari buku berjudul “Gita Cinta untuk Natalia”

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. I may need your help. I’ve been doing research on gate io recently, and I’ve tried a lot of different things. Later, I read your article, and I think your way of writing has given me some innovative ideas, thank you very much.