Ini yang dikerjakan aparat Kampung Sima setelah pencairan dana Kampung Tahap I

Warga sedang mempersiapkan balok 10 X 10 untuk dijadikan tiang Listrik, Jumat (30.09/2022). – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu –  Aparat Kampung Sima, Distrik Yaur, Nabire Papua, sedang merampungkan pekerjaan pembangunan Kampung. Pekerjaan ini berasal dari pencairan dana Kampung Tahap pertama Tahun 2022. Setidaknya, ada tiga paket pekerjaan yang s diselesaikan.

Kepala Kampung Sima, Benyamin Yarawobi mengatakan, empat paket tersebut diantaranya, pengadaan tiga buah perahu fiber yang bersumber dari dana ADD. Kedua, penimbunan jalan sepanjang 140 meter di Kampung, ketiga, pengadaan alat penerang yaitu pengadaan tiang dan kabel listrik serta genset.

Bacaan Lainnya

“Yang kami kerjakan ini adalah rencana dalam RAP yang diajukan masyarakat dan Kepala Kampung (Kakam) sebelumnya),” kata Yarawobi di Sima, Sabtu (01/10/2022).

Dia menjelaskan, untuk pengadaan perahu fiber sebanyak tiga unit bersumber dari dana dengan total harga Rp 170 (seratus tujuh puluh juta rupiah). Tiga perahu itu masing-masing berukuran 7 meter panjang dan lebar 2 meter.

Tiga buah speed atau perahu asset Kampung Sima, Jumat (30.09/2022). – Bumiofinavandu.

Tujuan pengadaan tiga perahu tersebut adalah untuk kepentingan kegiatan di Kampung dan kegunaannya umum, mobilisasi aparat kampung ke Distrik. Sehingga merupakan aset kampung yang dikelola oleh pemerintah Kampung dan kepentingan bersama.

“Ini mesinnya belum dan hanya perahu saja. Mungkin akan diusulkan satu atau tiga unit mesin John untuk Tahun depan untuk dipakai di perahunya,” jelas Yarawobi.

Sementara untuk penimbunan jalan sepanjang 140 meter dengan lebar 5 meter, Yarawobi menerangkan bahwa dana yang digunakan bersumber dari DD APBN tahap I sebesar Rp 90 juta rupiah. Pekerjaan ini diberikan tanggung jawab pelaksanaannya kepada masyarakat Kampung Sima.

Kemudian, pengadaan alat penerang yang didalamnya ada genset, tiang listrik serta kabel. Jumlahnya tidak rinci namun akan masuk dalam berita acara kesepakatan untuk penggunaan anggaran. Dan mesin yang dibelanjakan satu unit genset dengan kapasitas 5.000 ribu KPA dan sudah dibelanjakan.

“Paket ini menelan lebih dari Rp 100 juta rupiah. Pengadaan alat penerang ini belum dapat mencukupi kebutuhan di Kampung, sehingga akan diusulkan lagi di tahap berikutnya,” terang Kakam Sima.

Sekretaris Kampung Sima, Ivonai Hanebora menambahkan, untuk pengadaan tiang tidak termasuk di dalam RAP. Namun dibijaksanai dan dalam kebijakan tersebut akan diikuti dengan berita acara realisasi penggunaan anggaran sebagai bahan pertanggungjawaban.

“Sebab di dalam RAP tidak terinci untuk penggunaan  misalnya kabel dan tiang listrik. Jadi akan masuk ke berita acara penggunaannya (anggaran). Ini yang buat kami sedikit bingung dalam penggunaan anggaran sebab yang susun program adalah aparat Kampung yang lama. Namun padaintinya akan kami pertanggungjawabkan sesuai penggunaan dana,” pungkas Hanebora.

Alosyus Arfa saat mengawasi penimbunan jalan menuju rumahnya, Jumat (30.09/2022). – Bumiofinavandu.

Warga RT 03 Kampung Sima, Alosyus Arfa merasa bersyukur lantaran jalan di kompleks RTnya sedang di timbung. Sebab selama ini jalan sudah dibentuk namun belum ada penimbunan bahkan beraspal.

Sebagai warga Kampung Sima, Alosyus Arfa ingin Kampungnya berkembang dan maju seperti Kampung lainnya.

“Jadi saya berharap agar aparat Kampung yang baru, memperhatikan dan melaksanakan program untuk kita bangun Kampung Sima,” pungkas Arfa.[*]

Dapatkan update berita dari Bumiofinavandu.com dengan bergabung di Grup Telegram BumiofiNavandu.com. Caranya muda, Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di Android/Ponsel lalu klik https://t.me/bumiofinavandu kemudian join. Atau dapatkan juga di Facebook lalu Klik Halaman Bumiofinavandu

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 Komentar

  1. Ping-balik: steenslagfolie
  2. Ping-balik: suicide bombing