Pendeta Alberth Yoku; Kasus Gubernur LE tanggungjawab pribadi

Jayapura, Bumiofinavandu – Gubernur Papua, Lukas Enembe atau akrab disapa LE telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi tersangka, mendapat dukungan bukan hanya dari masyarakat namun juga sejumlah tokoh lokal Papua.

Salah satu tokoh Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Tanah Papua, Pendeta Alberth Yoku ikut memberi komentar.

Bacaan Lainnya

Menjrut Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura itu, tindak pidana korupsi yang disangkakan kepada Gubernur Papua, adalah tanggung jawab pribadi yang bersangkutan atau LE.

“Pada saat dilantik, setiap pejabat Negara sudah melakukan sumpah jabatan pada saat itu. Maka Ia (pejabat Negara) dalam menjalankan pekerjaan dan rhgasnya harus ingat dengan Tuhan. Sehingga wajib mengikuti peraturan dalam undang-undang yang berlaku di NKRI,” ujar Pdt. Yoku di Sentani, Jayapura pada Sabtu (24/09/2022).

Pendeta Alberth Yoku, juga mengimbau agar masyarakat tidak menghalang-halangi proses penegakkan hukum yang dilakukan KPK terhadap Gubernur LE.

“Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan provokasi dalam bentuk apapun dalam proses hukumnya,” imbau mantan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua ini.

Pdt. Yoku yakin bahwa KPK telah bertindak professional terhadap Gubernur Lukas Enembe. Sebagaimana telah ditunjukkan Lembaga antirasuah itu terhadap para Bupati di wilayah Papua yang pernah terlibat KASUS yang sama (korupsi).

“Upaya penegakan hukum yang dilakukan kepada Gubernur ataupun bupati-bupati adalah sesuai hukum, sehingga harus diproses sesuai prosedur yang berlaku,” imbuh Alberth.

Untuk itu, dirinya mengingatkan agar setiap tokoh masyarakat harus mempunyai sikap profesional dan mempertanggungkan semua yang dilakukan dan kooperatif dengan pihak penegak hukum demi menyelesaikan perkara hukum.

Selain kooperatif, masyarakat dan tokoh-tokoh Papua juga diimbau menghormati keputusan hukum dan tidak boleh melakukan intervensi, agar tidak menimbulkan kesalahan yang memberatkan Gubernur maupun menimbulkan polemik lainnya.

“Masyarakat harus tenang dan mendukung proses hukum yang berlaku yang benar, adil, jujur dan terbuka untuk kepentingan negara,” tutup Pendeta Alberth Yoku.[*]

Dapatkan update berita dari Bumiofinavandu.com dengan bergabung di Grup Telegram BumiofiNavandu.com. Caranya muda, Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di Android/Ponsel lalu klik https://t.me/bumiofinavandu kemudian join. Atau dapatkan juga di Facebook lalu Klik Halaman Bumiofinavandu.com

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *