John NR Gobai dan Anace Hombore diskusi trayek angkutan Laut perintis di Mimika

Jayapura, Bumiofinavandu – Legislator Papua John NR Gobai mengaku telah berdiswkusi dengan Kepala Biadang (Kabid) Perhubungan Laut Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika, Papua. Diskusi ini berlangsung beberapa waktu lalu dan membahas tentang usulan trayek laut angkutan perintis dari Kokonau, Agimuga dan Umar.

Diskusi tersebut sebagai lanjutan dari pertemuan sebelumya dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta, serta Plt. KSOP Pelabuhan Laut Jayapura dan tim teknis di Jayapura sebagai UPT Perhubungan Laut.

Bacaan Lainnya

“Beberapa waktu lalu kami bertemu dan berdislusi secara informal dengan Kabid Perhubungan Laut Dishub Mimika, Anace Hombore. Sehingga harus diperjuangkan sarana transportasi di sana (Kokonau dan Agimuga,” ujat Gobai melalui selulernya pada Sabtu (27/08/2022).

Informasi dari Kabid menurut Gobai, sebagian wilayah di Timika merupakan daerah yang pinggiran Lautnya terdapat sedimen cukup tinggi. Sehingga sering terjadi pendangkalan di Laut dan Kapal hanya bersandar jika air pasang, terutama di dua daerah ini (Kokonau dan Agimuga).

“Untuk itu diperlukan sebuah strategi yang baik dan terencana agar pelayaran transportasi bagi masyarakat dapat dipenuhi,” tuturnya.

Selain Kokonau dan Agimuga kata Gobai, perlu juga direncanakan pembangunan pelabuhan perintis di Mimika Barat Jauh tepatnya di Pinggiran Sungai Umar. Ini untuk masyarakat di wilayah Dogiyai yakni masyarakat Distrik Sukikai Selatan.

Sehingga sangat diharapkan agar pemerintah dapat memperhatikan saran-saran teknis yang disampaikan oleh Dishub Mimika melalui Kabid Perhubungan laut. Pemerintah juga diminta agar dapat menanggapi usulan dari yang disampaikan untuk trayek Kokonao dan Agimuga, yang barang tentua dengan kapal sesuai dengan tonase yang disampaikan dari Daerah.

Hal ini guna mendekatkan rentang kendali pembangunan atau rentang kendali pelayanan pemerintahan, sebab sebagian wilayah di Mimika hanya dapat dilakukan dengan adanya sarana transportasi tanpa itu Impossible omong kosong.

“Menurut saya untuk itu sarana transportasi dan trayek untuk kapal perintis di beberapa pelabuhan yang tadi disampaikan saya berharap dapat menjadi perhatian pemerintah pusat,” ungkap Gobai.

Sementara itu, Kabid Perhubungan Laut Mimika Anace Hombore menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengadaan dan mendapatkan hibah dari Kemenhub berupa kapal, antara lain kapal Kokonao yang pernah direncanakan melayani beberapa Distrik yang ada di daerah itu.

“Kapal yang lebih tepat adalah untuk melayani hanya berkapasitas 70 sampai 100 ton. Jika 100 tom maka petimbangannya menunggu air pasang barulah pelayanan dapat dilakukan,” kelas Hombore.

Dikatakan, pelabuhan Pomako merupakan pelabuhan pengumpul, sementara pelabuhan Kokonao telah ditetapkan sebagai pelabuhan penumpang, menyusul akan ditetapkan juga adalah pelabuhan Potowaiburu, pelabuhan Coffee Raya dan Pelabuhan Agimuga. Status pelabuhan penumpang di Kabupaten Mimika namun untuk tiga pelabuhan yang direncanakan ini, belum dilakukan studi AMDAL untuk penetapannya.

“Semua ini diperlukan dukungan dana dari pemerintah Kabupaten Mimika untuk maksud tersebut. Kami jua mengusulkan agar Pelabuhan potowaiburu juga dapat diusulkan sama seperti yang diusulkan untuk pelabuhan laut dan pelabuhan agimuga, khusus untuk Pelabuhan agimuga Sesungguhnya telah dibangun oleh LPMAK atau YPMAK,” pungkasnya.(*)

Ikuti kami di Bumiofinavandu.com dengan bergabung di Grup Telegram BumiofiNavandu.com. Caranya muda, Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di Android/Ponsel lalu klik https://t.me/bumiofinavandu kemudian join. Atau dapatkan juga di Facebook lalu Klik Halaman Bumiofinavandu.com

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.