Gobai apresiasi CDK Papua dalam dukungannya terhadap pengelola mangrove di Mimika

Legislator Papua, John NR Gobai ketika berdiskudi dengan Kepala CDK Mimika, Maryana Hamadi, Jumat (12/08/2022). –Bumiofinavandu/Dok John NR Gobai.

Nabire, Bumiofinavandu – Legislator Papua, John NR Gobai, mengapresiasi langkah Kantor Cabang Dinas Kehutanan (KCDK) Papua dalam mendukung dan memberikan pelatihan kepada kelompok tani hutan di Kampung Pigapu, Distrik Wania, Kabupaten Mimika.

“Ini patut diapresiasi, karena dari dukungan yang diberikan kepada kelompok tani hutan, mama-mama Papua bisa olah mangrove jadi kue, lulur dan teh di kampung Pigapu,” ujar Gobai ketika melakukan reses di Mimika, Jumat (12/08/2022).

Bacaan Lainnya

KCDK Mimika kata Gobai, juga bekerjasama dengan beberapa institusi seperti BRIN dan Yayasan Sahul Indonesia, dalam  mendampingi beberapa kelompok binaan di Mimika.

Sehingga menurut Dia, pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi jangan tinggal diam. Tetapi merespon dengan memberikan dukungan dan bantuan sehingga usaha dari masyarakat bisa berkembang.

“Kita tidak bisa malas tahu, tapi harus bahu membahu dengan instansi lain dalam memberikan dukungan. Tujuannya satu, usaha masyarakat bisa berkembang. Kalau masyarakat sejahtera maka pemerintah baik, kalau tidak sejahtera maka sebaliknya pemerintah dipertanyakan apa saja yang sudah dibuat,” tutur John.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (KCDK) Mimika, Maryana Hamadi, mengakui jika telah mendampingi mama-mama di Timika dalam mengelola mangrove menjadi produk untuk dikonsumsi.

KCDK Mimika bahkan telah mendatangkan pelatih dari Bali untuk mengajarkan mama-mama Mimika mengolah mangrove menjadi beberapa produk yang siap dipasarkan.

“Dan produk yang dihasilkan dari mangrove telah dilakukan uji laboratorium di Balai POM Jayapura, untuk mengetahui apakah terdapat logam berat atau tidak. Setelah uji lab, ternyata aman dan tidak terdapat logam berat di dalam lahan mangrove,” ungkap Hamadi.

Selanjutnya dari hasil olahan mangrove kata Dia, Kepala KCDK Mimika, sudah dikirim ke gerai milik Dinas Kehutanan Papua di Jayapura untuk dipasarkan di sana.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan rumah produksi di Kampung Pigapu, Distrik Wania, dalam mengolah mangrove menjadi teh, CDK memiliki keterbatasan anggaran bahkan nilainya sangat kecil.

“Anggaran kita terbatas. Tetapi walaupun sedikit, kami berupaya untuk memaksimalkan agar dapat dimanfaatkan,” pungkasnya.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.