Hujan lebat di Nabire 9 Agustus kemarin, ini analisis BMKG

Nabire, Bumiofinavandu – Hujan lebat mengguyur Nabire pada Selasa, (09/08/2022) kemarin hampir lima jam.

Analisa kejadian hujan dengan intensitas lebat mengakibatkan banjir di beberapa wilayah, seperti Distrik Makimi, Distrik Teluk Kimi hingga Distrik Nabire dari pukul 13.39 hingga pukul 18.30 WIT.

Bacaan Lainnya

Intensitas hujan lebat ini mengakibatkan beberapa Kali (Sungai) Korowa di Distrik Teluk Kimi meluap hingga ke ruas jalan. beberapa rumah penduduk dikabarkan terendam banjir.

Data curah hujan di Stasiun Meteorologi Nabire sampai dengan pukul 09 UTC (18:00 WIT) sebesar 68.5 mm berkategori sangat lebat. Sedangkan curah hujan di Stasiun Geofisika Nabire sampai pukul 09 UTC (18:00 WIT) sebesar 60.0 mm juga berkategori sangat lebat.

Berdasarkan rilis resmi dari Yunus Y.S Gedy, S.Tr/ PMG Pertama Stasiun Meteorologi Nabire, analisis cuaca sementara berrdasarkan data model analisis kondisi suhu muka laut di wilayah perairan Teluk Cenderawasih yang cukup hangat berikisar 28 s/d 30 °C. Anomali SST bernilai -0.5 s/d +1.0 °C sehingga terdapat potensi penguapan (penambahan massa uap air) di sekitar wilayah Teluk Cenderawasih.

Dari data citra satelit menunjukkan pertumbuhan awan konvektif diwilayah nabire meningkat pada pukul 03.40 UTC (12.40 WIT), Kondisi kelembaban udara signifikan pada lapisan permukaan hingga 500 mb berkisar antara 80% s.d 90%. Dari Prakiraan Angin Lapisan 3000 ft terdapat adanya shearline (belokan) massa udara yang bergerak dari arah Timur Laut hingga Tenggara di wilayah Papua bagian Utara melewati diatas wilayah Papua bagian tengah termasuk Nabire, sehingga adanya potensi pertumbuhan awan-awan konvektif. Kondisi Labilitas Udara Wilayah Nabire berada pada kategori Labil.

“Peringatan dini untuk daerah Nabire selalu dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Nabire sebelum kejadian adalah sebanyak 1 kali. Yaitu peringatan dini yang didiseminasikan ke grup sosial media baik whatsApp, Facebook, Instagram dan Twitter yang berisikan para stakeholder yang terkait. Pada Tanggal 09 Agustus 2022 Pukul 14.05 WIT,” tulis Yunus.

BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang namun waspada dengan memonitor perkembangan informasi dan Peringatan Dini cuaca. Informasi akan disebarkan media Sosial, Fanpage Facebook @stamet.nabire Instagram @stamet.nabire Twitter @stametnabire.

Untuk aplikasi mobile phone INFO BMKG yang dapat diinstal melalui Play Store atau Apple Store.

“Perkiraan cuaca BMKG Nabire memprediksi jika daerah ini masih berpotensi hujan ringan hingga lebat beberapa hari kedepan,” kata Yunus.

Beberapa Kali meluap

Pantauan Bumiofi, beberapa Kali meluap hingga nyaris memutuskan jembatan, mulai dari Distrik Makimi hingga Distrik Wanggar.

Namun kondisi terparah adalah Kali Korowa di ujung Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi. Banjir mengamuk hingga ruas jalan raya dan merendam beberapa rumah penduduk.

Selain itu, jembatan Siriwini bawah yang menghubungkan Kelurahan Siriwini dan Kampung Sanoba nyaris terputus. Akibatnya, warga sekitar jembatan membuat tanda larangan agas tidak melewati jalur itu.

“Pemberitahuan untuk masyarakat dan anak-anka Sekolah SMA Negeri 3, Anak-anak Kebidanan yang menggunakan Motor ataupun mobil untuk tidak dapat lewat jembatan Siriwini harap untuk putar jalan atas, karena jembatan Siriwini tidak dapat dilewati lagi….🙏🙏
Mohon untuk Kepala Desa Sanoba,Kepala Lurah Siriwini,Kepala Distrik Nabire Kota,Kepala Dinas PU dan Pemerintah Daerah Agar Bertindak cepat untuk menangani Jempatan Siriwini ini, Kasihan Anak-anak sekolah bisa terlambat tiap hari…🙏🙏,” tulis seorang warga Nabire di grup facebook IKKN.

Selain Kali yang meluap, beberapa ruas jalan tak luput dari genangan air. Kompleks pasar Bumi Wonorejo, KaliBobo, Oyehe dan lainnya ikut kena imbasnya.

Fenomena lain akibat hujan dan banjir ini adalah laut di pesisir Nabire sempat berubah warga menjadi kuning.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.