Batu Giok Nabire naik daun di luar Papua

Batu Giok Nabire dalam Kontes di Purbalingga, Jawa Tengah – Bumiofinavandu/Dok KGNP

“Nabire bukan saja beragam nama dan sebuta, Daerah ini sebenarnya punya banyak potensi yang dikembangkan. Wisata, Sumber Daya Alam bisa digenjot menjadi sumber penghasilan masyarakat bahkan dapat meningkatkan PAD”

Nabire dikenal dengan kota seribu julukan. hal ini bisa dibuktikan dengan beragam produk, destinasi wisata alam hingga hasil bumi yang menggiurkan.

Bacaan Lainnya

Kota ini di jaman baheula, dijuluki dengan nama Kota Singkong, karena zaman itu ada pabrik tepung Tapioka lantaran Singkong melimpah di sini. Selepas dari Kota Singkong, terkadang kelakar warga menyebutnya sebagai ‘Nama Biking Repot’ disingkat Nabire.

Belum cukup sampai di situ, Kota yang terletak di kawasan Teluk Cenderawasih ini juga dijuluki Kota buah-buahan. Tidak salah, karena bukan hanya Kota Manokwari yang berlimpah ruah buahnya, sebab saat ini semua jenis buah bisa dijumpai di Nabire. Ada Jeruk, Rambutan,Mangga, Salak, Durian, Semangka, Melon, Jambu dan berbagai jenis lainnya.

Ada pula julukan lain yang tak sedap didengar dan selalu menjadi bahan cibiran warga. ‘Sampah’. Cibiran ini acap kali terlihat di beberapa status warga di media sosial terutama facebook. Hal ini gegara sampah di Kota ini pernah tidak terurus dengan baik.

Namun ada juga julukan lain untuk Kota Nabire yakni Kota “Emas”. Sebab hampir di seluruh wilayah ini bisa didapati emas, diawali sejak Tahun 1990-an di wilayah Topo. Bahkan emas hingga saat ini masih menjadi sumber pencaharian warga Nabire bahkan warga luar Nabire.

Munculnya emas, hampir dibarengi dengan batu giok. Sebab batu itu akan di dapat setelah orang menambang emas. Bisa saja, suatu saat nanti Nabire bisa dijuluki Kota Giok.

Tentunya, julukan yang disandang sesuai dengan kelebihan maupun kekurangan. Namun kekurangan hanya imbas dari birokrasi, itu hal wajar, sementara kelebihannya adalah hasil bumi yang berlimpah.

Ada emas, tambang, kayu, hiu paus, wisata dan sebagainya adalah bagian dari potensi yang dimiliki oleh Kabupaten ini. salah satunya adalah batu giok yang sudah mengharumkan dan dikenal banyak orang diluar Papua, khususnya para peminat batu Giok.

Batu “Giok” bila olah dan dipoles oleh tangan-tangan terampil maka akan menjadi perhiasan yang bernilai tinggi bahkan fantastis. Bahkan bisa menambah ekonomi keluarga.

Muncul Komunitas KGNP

KGNP atau kepanjangan dari Komunitas Giok Nabire Papua yang didirikan pada Tahun 2019 silam. Awalnya, penggemar batu Giok berkumpul untuk saling bertukar pikiran tentang batu Giok di depan Gedung Karel Gobai dan kala itu belum ada perkumpulan.

Namun saat itu gedung hendak diperbaiki sehingga mereka berpindah tempat di depan Gedung Merah Putih di Jalan Merdeka Kelurahan Oyehe. Disana mulai muncul lapak-lapak tempat berjualan batu Giok, mulai dari pagi hingga sore hari.

Karena melihat penggemar dan peminat batu Giok Nabire mulai banyak sehingga terbentuklah Komunitas hingga saat ini.

Tiga kali menjuarai kontes di Pulau Jawa

Siapa sangka, KGNP sudah tiga kali menjuarai kontes batu Giok di Pulau Jawa. Pertama, kontes batu Giok di Bandung Tanggal 4-8 juli 2022, kedua, di Surabaya dan Ketiga, Purbalingga Jawa Tengah pada 14 – 17 Juli 2022.

Kontes tersebut digelar oleh para pengrajin dan penggemar batu Giok se-Indonesia, sebagai ajang silaturahmi antar sesama pecinta Giok Se-Nusantara. Batu Giok Nabire, dikabarkan menjadi trending yang banyak diminati para pengunjung peminat.

Acara pembukaan dibuka langsung oleh Plt. Bupati Purbalingga, Ibu Dyah Hayuning Pratiwi, tujuannya kontes batu Purbalingga Cup adalah untuk mengangkat potensi alam perbatuan yang ada di Nusantara. Apalagi minat perbatuan sempat redup lantaran wabah virus corana.

Sehingga dengan diadakannya kontes tersebut, dapat membantu perekonomian masyarakat setempat.

Sebagai salah satu peserta kontes yang melimpah hasil buminya. Nabire menurunkan batu Giok, mulai dari kelas Dark Green, Light Green, Apple Green, Maw Sit, Sit Stabilo, Maw Sit, Sit King Gamey.

Dari tiga ajang ini, Giok asli dari Nabire mengalahkan ratusan kontestan dari daerah lain di Indonesia. Giok Nabire bahkan dinobatkan sebagai batu Giok terbaik se-Nusantara saat.

“Tiga kali itu kami juara seantero Nusantara khususnya di kelas Giok dengan jumlah 2500 poin. Peserta mendapatkan uang pembinaan dan piagam penghargaan dari panitia,” ujar Ketua KGNP, Hardiknas Rahim belum lama ini.

Bisa Menghasilkan uang

Salah satu pengrajin Giok Nabire Melky Binaisuri mengungkapkan bahwa batu Giok dapat menghasilkan uang dan membantu peningkatan ekonomi keluarga. Pasalnya, Pria yang berprofesi sebagai sopir merupakan salah satu peminat dan pengrajin batu Giok.  

Awalnya hanya sebagai peminat, lambat lain ia mulai belajar mengukir batu Giok menjadi perhiasan. Mulai dari cincin, kalung, gelang dan ragam perhiasan lain bisa dikerjakan Melky.

Melky adalah seorang Suku Timur yang sudah puluhan Tahun menetap di Kabupaten Nabire. Dia adalah seorang driver yang saban hari mangkal di area Bandara Nabire, juga seorang Katolik yang sangat aktif di kegiatan Gereja.

Melky mengisahkan bahwa semenjak munculnya batu akik dan batu Giok, ia tertarik untuk memilikinya. Mulailah ia mencari Giok, namun kalah itu harganya lumayan mahal namun tetap ingin memiliki.

Mulailah dia belajar otodidak dari Youtube dan berbagai referensi. Tujuannya satu, dia harus bisa mengolah batu berharga itu menjadi perhiasan.

“Kalau buat sendiri, saya pikir kita bisa buat sesuai dengan apa yang diinginkan. Hitung-hitung bisa kurangi biaya karena kalau beli pasti mahal,” ujar Melky.

Dia kemudian mencari keperluan atau alat yang biasa digunakan untuk mengerjakan dan mengolah batu. Seperti gerinda, kertas amplas dan sebagainya. Mulailah ia belajar ada apa yang sudah dipelajari sebelumnya dari google.

Menurut pengakuannya, awal mula menang sangat kaku. Namun dengan semangat dan kerja kerasnya, lambat laum apa yang diinginkan bisa terwujud. Berbagai hiasan sudah dihasilkan dari Bapak dua anak ini.

Kini, dua profesi dijalankan Melky sekaligus. Jika tidak mendapatkan penumpang maka waktu luang dimanfaatkan untuk mengerjakan batu Giok.

“Lumayan, awalnya hanya hobi tapi sekarang bisa mendatangkan uang,” pungkasnya.(*)

Dapatkan update berita dari Bumiofinavandu.com dengan bergabung di Grup Telegram BumiofiNavandu.com. Caranya muda, Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di Android/Ponsel lalu klik https://t.me/bumiofinavandu kemudian join. Atau dapatkan juga di Facebook lalu Klik Halaman Bumiofinavandu.com
PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.