Peringati HUT Pattimura Ke-205, Ketua Ikemal Nabire; Memaknai perjuangan sang Kapiten Kita

Ketua Ikemal Nabire, Edward A. Berhitu, Minggu, (15/05/2022). – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu – Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) Nabire, Papua, memperingati HUT Pattimura yang ke-205 Tahun 2022. Peringatan tersebut dikemas dalam acara seremonial yang berlangsung di Taman Gizi, Kelurahan Oyehe pasa Minggu (15/05/2022) yang dihadiri oleh ratusan warga Maluku di Daerah ini.

Menurut Ketua Ikemal Nabire, Edward A. Berhitu,ST. MT. bahwa bisa saja kebanyakan orang hanya memaknai perayaan HUT Perjuangan Pattimura, seremonial dan bangga terhadap Pahlawan Pattimura. Sehingga untuk terbebas dari penjajahan, mereka (moyang) harus bangkit melawan dan melawan keberanian hingga titik darah penghabisan. Dan pada akhirnya, Kapitan Pattimura dihukum mati dan beberapa sahabatnya di gantung di tingan pada 16 Desember 1817 di kota Ambon.

Bacaan Lainnya

Peringatan Hari bersejarah 15 Mei tahun 1917 atau 205 tahun yang lalu, moyang Maluku di bawah pimpinan Kapitan Pattimura bersama beberapa tokoh seperti Said Parintah seorang Raja dari Siri Sori Islam, Anthoni Rhebok, Philip Latumahina, Paulus Tiahahu, Christina Martha Tiahahu, Kapitan Ulupaha dan dan lainnya melakukan perlawanan terhadap penindasan yang dialami.

“Saya ajak kita memaknai alasan timbulnya perlawanan Kapiten Pattimura. Sebab mereka (moyang terdahulu) ditindas dalam kebebasan hidup yang direbut oleh penjajah. Yaitu monopoli perdagangan dan kerja paksa, yang menyebabkan penderitaan,” tutur Berhitu.

Berhitu, juga mengungkapkan bahwa program kerja utama dalam kepemimpinannya yaitu melaksanakan pertemuan besar Ikemal minimal sebanyak tiga kali dalam setahun. Yakni perayaan HUT Perjuangan Pattimura, Halal Bihalal dan Natal Ikemal. Hal ini dilakukan guna menjaga tali persaudaraan antar sesama orang Maluku di Nabire agar tetap terjalin dan merasa senasib dan sepenanggungan. Mengingat sejarah kelam yang terjadi pada Tahun 1999 silam, yang berakibat pada krisis kepercayaan diri sebagai orang Maluku.

“Maka sebagai anak Negeri Maluku dimana saja berada, harus memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk menjaga ikatan persaudaraan ini agar terus terjalin,” ungkapnya.

Dia bilang, keberanian dan semangat moyang terdahulu bebas dari penjajahan harus diwarisi dalam diri setiap anak Maluku. Sebab walaupun sudah merdeka terlepas dari penjajahan bangsa lain, namun penjajah baru selalu ada dalam kehidupan yang membuat hidup terperangkap. Misalnya kekurangan finansial dan menjurus pada kemiskinan, masalah keluarga, masalah pribadi, dan berbagai problem dalam hidup adalah penjajah dihadapi saat ini. sehingga diperlukan keberanian dan semangat juang untuk bisa terlepas dari masalah-masalah tersebut.

Andai belum bekerja, berusahalah lebih keras untuk mendapat pekerjaan. Andai bekerja dengan penghasilan kecil karena rendahnya kemampuan, berusahalah meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Sektor swasta, berusahalah agar satu waktu dapat menjadi pengusaha. jika hanya mengandalkan satu sumber penghasilan dan masih juga kurang, berusahalah agar bisa memperoleh sumber penghasilan tambahan melalui bakat dan kemampuan lain yang dimiliki.

“Inti dari pesan saya ini adalah jangan menyerah dengan masalah hidup yang mendera saudara, bebaskan diri saudara dari masalah untuk hidup yang lebih baik karena kita sudah memiliki semangat pembebasan itu dari moyang-moyang kita,” ungkapnya.

Program Kerja Ikemal Nabire, Periode 2021-2026

Seluruh Program kerja Ikemal berbasis “Ale Rasa Beta Rasa” dengan sasaran program kerjanya adalah untuk membantu warga Ikemal yang perlu dibantu. Misalnya distribusi tenaga kerja, peningkatan keterampilan, penyetaraan ijazah lewat program paket A,B dan C, bantuan pengurusan BPJS, penyediaan tanah wakaf, penyediaan lahan pemukiman berbiaya murah, bantuan korban bencana, bantuan hukum, dan bantuan yang lebih spesifik dalam mengatasi masalah keluarga.

Warga Ikemal harus dapat saling menolong dalam ikatan keluarga ini maka subtema kita yaitu “Katong satu hati manggurebe maju mendukung pemerintah membangun kabupaten Nabire” dapat terwujud. Dan Pemerintah Daerah akan sangat terbantu karena ada upaya kita selaku ikatan keluarga yang berusaha mengatasi masalah pengangguran dan masalah sosial lainnya didalam keluarga Maluku sendiri.

Warga Ikemal Nabire harus menunjukan kepada Pemerintah dan masyarakat Nabire, bahwa orang Maluku adalah suku dengan kearifan lokalnya berbasis persaudaraan pela gandong yang menggunakan falsafah siwalima yang mengandung nilai persatuan dan kesatuan, nilai musyawarah, nilai kemanusiaan, nilai keadilan sosial, nilai religiusitas (ketuhanan), nilai persaudaraan, nilai cinta damai, nilai hidup dalam perbedaan dan pembagian, serta nilai keharmonisan dan keseimbangan.

Perayaan HUT Pattimura ke-205 Tahun 2022 di Kabupaten Nabire, dihadiri oleh Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin. anggota Forkopimda Kabupaten Nabire, Penasehat Ikemal, Para Ketua sub rukun Ikemal, Ketua Badan Musyawarah Adat Kabupaten Nabire, Para Kepala Suku di Wilayah Nabire, para sesepuh orang Maluku di Nabire, para ketua sub rukun keluarga Maluku di Nabire dan tamu undangan lainnya.

Perayaan ini juga disertai dengan pembakaran obor di Tugu Pattimura yang sebelumnya api diantarkan dari rumah adat Suku BEIMAN di Jalan Suci, Kelurahan Siriwini Nabire. Dan selanjutnya menampilkan atraksi dan tarian dari berbagai suku Maluku di Taman Gizi, kelurahan Oyehe.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *