Masyarakat adat Nabire minta Pemerintah kaji ulang agenda pemekaran Provinsi Papua Tengah

Nabire, Bumiofinavandu – Menanggapi langka Pemerintah Pusat yang telah mengagendakan Nabire di wilayah adat kultur Saireri, dalam rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah bersama beberapa Kabupaten beda kultur. Makan masyarakat adat rumpun Saireri di Kabupaten Nabire mengajukan aspirasi penolakan. Mereka meminta Pemerintah terlebih dahulu menyelesaikan letak wilayah kultur budaya Saireri dan Meepago.

Aspirasi penolakan ini, lahir akibat digabungkannya Nabire dan beberapa Kabupaten ke dalam rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah, dengan kultur budaya yang berbeda.

Bacaan Lainnya

Aspirasi tersebut dilakukan dalam bentuk penandatanganan petisi, yang dimotori oleh tim kerja konsolidasi masyarakat adat pesisir dan kepulauan Nabire. Dan bekerja sama dengan para enam kepala suku pesisir dan kepulauan, ketua-ketua kerukunan, lembaga adat serta organisasi masyarakat adat Saireri di Nabire.

Penandatanganan petisi dilaksanakan selama dua hari berturut turut yakni 16-17 Februari 2022, di Pantai Nabire. Penandatanganan ini dilakukan oleh ribuan orang warga masyarakat yang berasal dari rumpun kultur budaya Saireri di Nabire.

Aspirasi dan petisi, kemudian diserahkan pada Dewan Perwakilan Rakyat di Kantor DPRD Nabire pada 17 Februari lalu.

Menurut para tokoh adat dari suku-suku dan kerukunan keluarga rumpun kultur budaya Saireri, yang mendiami wilayah pesisir Nabire. aspirasi tersebut bertujuan untuk meminta Pemerintah Pusat, agar sebelum melaksanakan pemekaran yang melibatkan wilayah Nabire terlebih dahulu. Kemudian mengkaji kembali dengan menetapkan posisi keberadaan wilayah kultur budaya dengan benar agar tidak menjadi persoalan dalam realisasi agenda pemekaran tersebut nantinya.

Dalam aspirasi ini, masyarakat adat Saireri Nabire tidak mempersoalkan keberadaan seluruh masyarakat adat Nusantara yang telah berada bersama sama di Nabire.

Melalui para tokoh, masyarakat adat juga mengaku tidak mempersoalkan kebijakan Pemerintah, selama posisi kultur budaya Saireri di wilayah Nabire dapat didudukan pada posisi yang benar. dalam rangka penyelamatan eksistensi budaya di wilayah Pesisir Nabire, sebagai kekayaan budaya bersama di Papua dan di Nusantara.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.