Suku Wate akan rayakan HUT BMA SW 18 Februari nanti

Ketua Panitia HUT BMA-SW, Daniel Hao, Selasa (01/02/2022). – Bumiofinavandu/Jhon Wayar.

Nabire, Bumiofinavandu – Suku Besar Wate Kabupaten Nabire, Papua, akan merayakan HUT ke-4 Badan Musyawarah Adat Suku Wate pada Jumat (18/02/2021) nanti.

Ketua Panitia HUT, Daniel Hao mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan guna memeriahkan HUT tersebut. dengan membentuk panitia pada 3o Januari 2022 lalu. Sedangkan pertemuan kedua setelah pembentukan kepanitiaan, dilaksanakan pada Selasa (01/02/2022).

Bacaan Lainnya

Namun tentunya akan ada beberapa pertemuan lagi guna merampungkan dan pengecekan sejauh mana persiapan-persiapan dalam mendukung pelaksanaannya nanti.

“Panitia sudah dibentuk tepi kami akan terus berkoordinasi dan menyiapkan sebaik mungkin untuk menuju ke hari pelaksanaan nanti,” ujar Hao, Rabu (02/02/2021).

Rencananya, menurut Dia, ada pertemuan lagi pada tanggal 6 februari mendatang dengan agenda pertemuan yaitu penyempurnaan seksi-seksi dalam kepanitiaan. Selain itu, pembahasan tentang kebutuhan yang digunakan untuk acara tersebut.

Selain itu, khusus untuk seksi usaha dana nantinya akan melibatkan 10 Kampung adat Wate yang tersebar di Kabupaten Nabire.

“Jadi peran seluruh orang Wate sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan HUT BMA nanti,” ungkapnya.

Sekretaris suku Wate, Otis Money mengungkapkan bahwa perayaan HUT sudah menjadi keputusan dan kronologi sejarah, sesuai tanggal dibentuk BMA-SW pada 18 Februari empat Tahun silam. Sehingga harus diperingati setiap Tahunnya.

Maka di HUT ke-4 nanti adalah momentum bagaimana orang Wate memperingati dan mengenang sepak terjang perjuangan orang tua dan leluhurnya, dalam menjaga dan melindungi hak ulayat di daerah ini. apalagi yang perlu diperhatikan adalah jumlah orang Wate relative sedikit atau kurang banyak.

“Momen ini menjadi penting sehingga kita mengharapkan panitia ini bisa bekerja secara maksimal, guna merayakan HUT dengan baik,” ungkap Money.

Money, mengharapkan pemerintah daerah dan suku-suku lain (lima suku pesisir) serta suku-suku lain dan non Papua yang berada di Nabire, untuk dapat menghargai dan mengakui keberadaan Sukunya. Karena Suku Wate mempunyai history dalam sejarah terbentuknya Kabupaten Nabire.

Dia juga bilang, Suku Wate sudah ada dan lama hanya saja, waktu-waktu sebelumnya belum terdaftar dan tercatat secara administrasi. Namun kini suku Wate telah berbadan hukum dan diakui oleh Negara sesuai SK Kementerian Hukum dan HAM.

“Jadi mari kita hidup, saling harga menghargai baik diantara orang Wate sendiri maupun suku-suku lainnya. Dan saya hanya ingatkan bahwa kami juga ingin dihargai di tanah kami sendiri,” harap Money.

Dewan Penasehat Suku Wate, Wellem Mandiwa berpesan kepada seluruh orang Wate di Kabupaten Nabire agar menjadi dan menghargai dan bersosialisasi dengan suku-suku lain baik Papua maupun non Papua.

Ia pun berterima kasih kepada Kepala Suku Alex Raiki dan Otis money yang telah berusaha menertibkan lembaga ini (BMA-WS) sehingga dapat diakui oleh Negara.

“JadiSuku Wate tidak hidup sendiri tetapi ada orang lain di sekitar. Maka harus dijunjung dan untuk hidup berdampingan,” ucap Mandiwa.

Mandiwa berharap, agar melalui momen HUT ke-4 Tahun 2022, selain suku ini bisa melihat dirinya sendiri juga harus memperhatikan orang lain yang ada di sekitarnya.

“Jadi harap sekali untuk selalu menjaga nama baik suku kita lewat HUT nanti. Mari kita rayakan dengan penuh rasa suka cita bukan dukacita,” pungkasnya.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *