Sub Suku Woaha bahas Kampung Bumiowi, Gunawan; Kampung adat berbasis ekowisata

Suasana pertemuan Sub Suku Woaha di putaran 2 Kelurahan Kalibobo, Nabire. Kamis (20/01/2022). – Bumiofinavandu/Dok Imanuel Monei.

Nabire, Bumiofinavandu –  Sub Suku Woaha dari Suku Besar Yerisiam Gua, Distrik Yaur, Nabire-Papua, melakukan pertemuan pada Kamis (19/01/2022). Pertemuan yang berlangsung di kediaman Kepala Sub Suku di Kelurahan Kalibobo kemarin siang itu membahas tentang rencana pengembangan Kampung Bumiowi yang berlokasi di Wami.

Pertemuan dihadiri oleh masyarakat Sub Suku Woaha dan Juru Bicara Suku Besar Yerisiam Gua, Gunawan Inggeruhi.

Bacaan Lainnya

“Agenda kami dalam pertemuan kemarin adalah membahas rencana pengembangan pembangunan kampung Bumiowi,” ujar Kepala Sub Suku Woaha, Imanuel Monei.

Konsep pembangunan Kampung Bumiawi, ramah lingkungan

Konsep pembangunan Kampung Bumiowi adalah Kampung adat yang berbasis Wisata dan ramah lingkungan. Yakni di dalam perkampungan nantinya, harus disediakan daerah atau zona  hijau untuk tumbuhan dan satwa.

Misalnya, ada Kebun binatang di Jawa, tapi kalau di Kampung Bumiowi ada secara alami. Maka tidak dibolehkan siapapun memburuh atau merusak hutan di dalamnya.

“Jadi ada hutan yang disediakan. maka orang datang ke Kampung bisa liat binatang, misalnya rusa dan sebagainya yang harus dilindungi. Ini arahnya ke Kampung ekowisata dan Kampung adat yang ramah lingkungan,” jelas Juru Bicara Suku Yerisiam, Gunawan Inggeruhi.

Gunawan bilang, wilayah (tanah) Kampung Bumiowi akan ditetapkan sebagai  tanah lindung oleh Suku Besar Yerisiam Gua. Selain itu, Kepala Suku dan Kepala Kampung akan bersama-sama mengambil kebijakan. Yang artinya bahwa segala bentuk pemerintahannya harus mematuhi norma adat yang sudah ditetapkan.

Kemudian Kepala Kampung (Kakam) harus mendapatkan rekomendasi dari Kepala Suku. Misalnya, pemilihan Kakam harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Suku, maka pemilihan hanya bersifat formalitas.

“Lalu, siapapun yang akan menjadi warga Kampung Bumiowi tidak diberikan hak untuk menjual ataupun membeli tanah (tidak diperjual belikan). Intinya semua di Kampung itu berbau adat dan kearifan lokal. Ini akan jadi icon bagi Sub Suku Woaha dan Suku Yerisiam,” ujarnya.

Kata Gunawan, Kampung Bumiawi nantinya bukan saja diperuntukan bagi masyarakat Yerisiam. Rencananya, Suku lain atau orang luar (Bukan Suku Yerisiam) di persilahkan untuk menjadi warga dari Kampung tersebut, dengan syarat adalah harus kawin masuk (menikah dengan Suku Yerisiam).

Sebab perkembangan masyarakat adat tidak terlepas dari tiga hal yaitu, sejarah, darah dan silsilah. Misalnya di dalam Suku Yerisiam Gua ada marga Refasi, Numberi dan lainnya. Akan tetapi masuknya marga-marga tersebut memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari Suku Yerisiam.

“Wajib kawin masuk dan hidup dengan masyarakat di sana. maka kami buka ruang untuk orang luar tapi dengan catatan harus  kawin masuk. Ini kesepakatan kami yang akan ditetapkan di dalam Suku,” pungkasnya.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.