Suku Yerisiam akan bangun perkampungan baru

  • Whatsapp
Rumah perdaya yang di bangun untuk rencana perkampungan baru Suku Yerisiam. Minggu (19/12/2021). – Bumiofinavandu/Dok Sambena Inggeruhi.

Nabire, Bumiofinavandu –  Suku Besar Yerisiam Gua berencana untuk membangun perkampungan baru. Lokasi perkampungan terletak diantara Kampung Sima dan Kampung Wami Jaya.

Rencana pembangunan perkampungan baru tersebut merupakan pecahan kampung dari Kampung sebelumnya Kampung Sima, Distrik Yaur Kabupaten Nabire Papua.

Bacaan Lainnya

“Ide pecahan Kampung datang dari Sub Suku Wauha dalam rapat Suku tertanggal 26 Juni 2021 lalu. Yang memutuskan untuk membangun kampung adat,” ujar juru bicara Suku Yerisiam, Sambena Inggeruhi. Minggu (19/12/2021).

Lokasi rencana perkampungan terletak di bagian selatan yang berbatasan dengan sungai Olo dan sungai kali bambu. Sebelah utara berbatasan dengan jalan trans Nabire Teluk Wondama dan sebelah timur berbatasan dengan Kampung trans WamiJaya. Sedangkan sebelah barat berbatasan kali bambu.

“Sehingga di penghujung Tahun 2021, satu buah rumah sudah berhasil dibangun di atas lokasi tersebut, walaupun belum rampung,” ucap Inggeruhi.

Cara pembangunannya unik kata Dia, karena butuh modal yang cukup sehingga Suku menggandeng pengusaha lokal. Perjanjian tersebut dengan surat resmi bernomor; 02/MUSYSSWH-WN/SK/2020 tertanggan 26 Juni 2020. Yang isinya menjelaskan bahwa pengusaha tersebut diberi kesempatan untuk mengambil kayu yang berada di hutan Suku Yerisiam. Imbal baliknya, pengusaha wajib membangun perumahan untuk pemukiman kampung pecahan.

Sambena mengaku, pihaknya sedang merancang proposal yang akan dilayangkan ke Kementerian terkait. Termasuk kepada Pemkab Nabire untuk mendorong pemekaran Kampung ke Kemendagri.

“Maka Kompensasinya harus bangun rumah, kayu kami masukan ke somel tapi tidak diambil uang, tapi bangun rumah dengan type 76,” kata Sambena.

Ia menjelaskan, dasar rencana pembangunan Kampung adalah kepadatan penduduk khususnya di Kampung Sima. Selain itu, hutan Yerisiam yang begitu luas maka masyarakat ingin menduduki wilayah-wilayah adatnya untuk dijaga. Sehingga wilayah-wilayah yang jauh dapat dijangkau untuk menjaga daerahnya.

Alasan lain bahwa seringnya terjadi abrasi pantai di Kampung Sima dalam beberapa Tahun terakhir. Termasuk banjir yang acapkali melanda perkampungan.

“Jadi kita ingin masyarakat aman dari abrasi dan banjir. Dan mungkin Saja Kampung Sima lama akan dijadikan Kampung Wisata ke depannya,” pungkas Inggeruhi.(*)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.