Suku Yerisiam dan Wate apresiasi pemasangan pohon Natal di Nabire

Pohon Natal di tugu Pattimura Nabire Nabire. – Bumiofinavandu/Dok Gerson Laleb.

Nabire, Bumiofinavandu – Tak terasa, Tahun 2021 akan segera berakhir dan memasuki Tahun 2022. Sebelum merayakan malam Tahun baru, di bulan Desember acap kali diwarnai suasana Natal. Semakar hari suka cita umat Kristiani tersebut kian terasa, terutama persiapan dindala keluarga, gereja hingga pemasangan pohon Natal atau ornamen Natal.

Di Kabupaten Nabire, Papua, memiliki tradisi unik sejak Tahun 2017 silam. Pasalnya, beberapa tugu di Kota ini seperti tugu rudal atau tinggal landas di depan Kantor Bupati. Selalu akan dihiasi berbagai ornamen Natal sedemikian cantiknya. Ada pula di tugu selamat datang, depan bandara Nabire, atau pantai Nabire hingga tugu Pattimura.

Bacaan Lainnya

Uniknya, pemasangan pohon Natal ini bukan hanya dilakukan oleh umat Kristen. Tetapi berbagai komunitas-komunitas yang anggotanya berasal dari berbagai agama.

Menanggapi hal tersebut, Suku Besar Wate dan Suku Besar Yerisiam Gua mengapresiasi kegiatan dari berbagai komunitas untuk Kota Nabire termasuk pemasangan pohon Natal.

Sekretaris Suku Besar Wate, Otis Money, pemasangan pohon Natal sudah sejak Tahun 2017 silam di Nabire yang dilakukan oleh berbagai komunitas. Hal ini menandakan bahwa ada kedamaian di Nabire yang dibangun melalui toleransi.

“Karena setiap Natal, anak-anak muda selalu berkreasi di tugu-tugu dengan pohon Natal. Kami sangat mengapresiasi hal ini,” kata Money, Sabtu (11/12/2021).

Money menilai, dengan kegiatan yang dilakukan oleh berbagai komunitas, pemerintah belum memiliki inisiatif tersendiri untuk melakukan hal serupa atau mengkoordinir komunitas dalam aktivitasnya.

“Padahal pemerintah selalu menginginkan aman dan damai karena Nabire adalah Nusantara mini. Atau mungkin saja pemerintah memberikan sumbangsinya dari belakang, kita belum tahu,” ucapnya.

Sehingga, Money ingin menyampaikan banyak terima kasih banyak kepada masyarakat melalui berbagai komunitas-komunitas yang sudah peduli untuk menghiasi tugu-tugu di masa Natal.

Sebagai pemilik hak ulayat di Nabire, Money justru bangga, karena kalau Nabire itu dihiasi dengan lampu-lampu Natal maka ada aura Natal. Sebab Nabire tidak bisa dibangun hanya oleh satu pihak kami , .

Pohon Natal di tugu tinggal Landas Nabire. – Bumiofinavandu/Dok Gerson Laleb.

Dia pun bersyukur kepada Tuhan atas kesadaran dan perhatian berbagai pihak untuk membangun yang lebih baik. Sebab jika hanya Suku Wate dan Suku Yerisiam sendiri maka saat ini semua di Nabire dan membangun Kota ini.

“Terima kasih untuk semua pihak yang sudah bangun Kota ini,” ucapnya.

Untuk itu money menyarankan kepada para pejabat dilingkungan Pemkab Nabire, sekiranya dapat mensupport dan mendonor sedikit dari penghasilannya untuk membantu komunitas dalam menghias tugu-tugu dengan ornamen Natal.

Sehingga tidak memberatkan Pemkab atau Bupati melalui anggaran daerah misalnya. Namun para pejabat baik eselon III dan IV untuk mengulurkan tangan demi meringankan demi indahnya Nabire yang merupakan milik bersama.

“Memang harus Pemkab liat, tapi kalau saya pikir bagusnya juga kita yang pejabat bisa memberikan sumbangan buat anak-anak yang hias tugu-tugu ini. atau bisa saja kalau ada anggara daerah diberikan ke pihak ketiga untuk buat lampu Natal tiap Tahun. Tapi saya juga pikir kalau pejabat satu orang Rp 200 ribu tidak berat, atau saat lewat kita kasih gorengan atau rokok misalnya,” kata Money.

Terpisah, Sekretaris Suku Besar Yerisiam Gua, Robertino Hanebora ikut mengapresiasi partisipasi pembuatan pohon Natal oleh komunitas di beberapa tugu saat Natal tiba.

Kata dia, hal semacam ini perlu terus dilakukan demi kesatuan dan persatuan umat beragama di Nabire. Artinya hal ini menunjukan bahwa perbedaan agama dan kepercayan dan suku tidak menjadi batasan dalam kerukunan beragama.

“Artinya bahwa semua orang di Nabire merasa bahwa Kota ini milik bersama dan rumah kita. Sehingga semua orang bertanggung jawab dari berbagai hal. Saya harap, ini selalu dipupuk dan dijaga untuk kebersamaan kita semua, sebab Nabire hanya bisa berubah dengan bergandeng tangan. Terima kasih buat kalian semua,” pungkasnya.

Untuk Tahun 2021, pemasangan lampu Natai dilakukan oleh pemuda Maluku di tugu Pattimura. sementara ditugu roket di pasang oleh FKPN.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.