Suku Wate dan Suku Yerisiam akan rayakan Natal bersama, Hanebora; ini masalah solidaritas dan kebersamaan

Rapat pembentukan panitia Natal Bersama Suku Wate dan Suku Yerisiam, Rabu (08/12/2021). – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu – Suku Besar Yerisiam Gua dan Suku Besar Wate Kabupaten Nabire, Papua, berencana akan merayakan Natal bersama Tahun 2021. Rencana ini telah disepakati dalam rapat bersama dan pembentukan panitia Natal di Kelurahan Kalibobo, pada Selasa (08/12/2021).

Sekretaris Suku Besar Yerisiam Gua, Robertino Hanebora mengatakan, rapat pembentukan panitia telah dilaksanakan dan dihadiri oleh pengurus kedua Suku.

Bacaan Lainnya

“Pengurus Suku sudah sepakat untuk merayakan Natal bersama,” ujar Hanebora.

Menurutnya, rencana perayaan Natal tersebut merupakan pertama kali dalam sejarah peradaban Suku Wate dan Suku Yerisiam. Maka ide tersebut lahir dari kenyataan bahwa kepemilikan Kabupaten Nabire, dua Suku (Yerisiam dan Wate) adalah pemilik hak ulayat di Kabupaten Nabire (wilayah Kota) selain empat Suku lain di pesisir dan kepulauan. Sehingga dari waktu sekian lama, kedua Suku ini perlu bergandeng tangan dan hidup rukun sebagaimana mestinya.

Maka rencana Natal bersama tersebut untuk membangun solidaritas dan ikatan kebersamaan Suku Wate dan Suku Yerisiam sebagai pemilik Nabire.

“Sebab tanpa membangun sebuah kekuatan dari kami (Suku Wate dan Suku Yerisiam), akan susah dan banyak komunitas-komunitas lain hadir di Nabire tetapi tidak menghargai keberadaan pemilik hak ulayat. Terima kasih Tuhan karena sampai saat ini kami masih ada dan punya Nabire,” tuturnya.

Dia menjelaskan, rencana pelaksanaan Natal bersama akan berlangsung pada 27 Desember 2021 mendatang di Kampung, dan tuan rumah adalah Suku Yerisiam Gua.

“Jadi panitia sudah mulai bekerja mulai hari ini. karena setelah panitia terbentuk, langsung dengan pemilihan seksi-seksi,” jelas Hanebora.

Sekretaris Suku Wate, Otis Money, menambahkan, ini pertama kali dalam sejarah semenjak perang oleh leluhur tentang hak ulayat di Nabire. Leluhur mungkin saja sudah pernah duduk dan makan bersama-sama, namun untuk melakukan hal positif seperti Natal atau pernah berpikir tentang anak cucu kedepan seperti apa, belum pernah terjadi.

“Ini baru kami mau mulai dan generasi ini mencoba untuk membangun kebersamaan,” ucap Money.

Intinya kata Dia, Natal yang akan dilakukan adalah Natal pertama kali diselenggarakan bersama orang Wate dan orang Yerisiam. Sehingga perlu ucapan syukur kepada Tuhan karena telah memberikan Tanah yang begitu luas untuk Wate dan Yerisiam.

Untuk itu, Wate dan Yerisiam ingin membangun kekuatan bersama untuk masa depan anak generasi saat ini dan yang akan datang di Nabire. Maka momen tersebut menjadi penting untuk dilakukan dan pertama kali di Kampung Sima.

“Dan kami mau nyatakan sikap kepada khalayak dan pemerintah bahwa kami dua Suku ini selalu akan bersatu hingga kapanpun,” pungkas Money.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.