Benarkah akan ada penertiban honorer, ini kata Fraksi Nabire Bersatu

Ketua Fraksi Nabire Bersatu, Rohedi M. Cahya di kantor DPRD Nabire. – Bumiofinavandu/Dok.

Nabire, Bumiofinavandu – Pada Apel Gabungan ASN di lingkungan Pemkab Nabire pada Senin (22/11/2021) lalu, Bupati Nabire menekankan para Kepala OPD untuk menyelesaikan hak-hak tenaga honorer paling lambat pada Desember 2021.

Bupati juga mengingatkan ASN yang mengabdi di Kabupaten lain, untuk segera menyelesaikan pengurusan kepindahannya agar gajinya bisa dibayarkan di tempat dimana ASN tersebut bertugas.

Bacaan Lainnya

Termasuk ASN di lingkungan Pemkab Nabire yang masih berada di luar daerah untuk segera kembali bertugas.

Pertanyaannya, apakah sinyal Bupati akan mengurangi Tenaga honorer?

Menanggapi hal tersebut, Fraksi Nabire Bersatu, DPRD Nabire mengapresiasi langkah Pemkab Nabire jika berencana akan mengurangi dan menertibkan tenaga honorer pada Januari 2022 mendatang.

“Kami dari Fraksi Nabire Bersatu apresiasi langkah ini,” ujar Ketua Fraksi, Rohedi M. Cahya di Nabire. Rabu (01/12/2021).

Namun menurutnya, perlu didata ulang sebaik mungkin. Sebab terdapat honorer yang rajin bekerja, sementara sebagiannya mungkin saja jarang ke kantor atau malas bekerja. Sehingga yang rajin perlu dipertahankan berdasarkan kinerja selama ini.

Dia mencontohkan staf di sekretaris dewan atau sekwan DPRD Nabire. Disana terdapat kurang lebih 40 tenaga honorer ditambah sekian ASN. Akan tetapi, jumlah tersebut tidak sebanding dengan merekai yang rajin bekerja saban hari.

“Ini contoh di staf sekwan. Hanya beberapa saja yang masuk tiap hari dan lainnya tidak. Jadi kalau bisa yang rajin dipertahankan dan yang malas dipersilahkan kepada Pak Bupati untuk mengambil langkah,” tuturnya.

Selain itu, Rohedi juga meminta kepada pemerintah daerah agar dalam menempatkan ASN perlu memperhatikan beberapa hal. Misalnya saja, pegawai yang masih baru atau baru saja menerima SK agar ditempatkan ke pelosok-pelosok. Sebaliknya, pegawai yang pengabdiannya lebih dari 10 Tahun namun sedang bertugas di daerah pinggiran untuk sesekali dipindahkan ke Kota.

“Anggap saja ini roling kerja. Kasihan juga pegawai yang sudah lama masih tugas di pinggiran. Termasuk dalam penempatan ASN agar memperhatikan disiplin ilmunya,” kata Rohedi.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *