Devi Susanti, atlet peraih medali perak di PON Papua

Devi Susanti disela-sela kejuaraan pencak silat remaja. Sabtu (13/11/2021). – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu  Pada 11 Oktober 2021 bulan lalu, Devi Susanti dan pasangannya Miftiyah Husnul meraih medali perak dari cabang oleh raga (cabor) pencak silat seni kategori ganda putri ganda di PON XX Papua.

Untuk cabor pencak silat, selain Devi, ada juga Suriyono yang bergabung di kontingen Provinsi Papua. Andil Suriyoni   sebagai Koordinator Pelatih untuk cabos yang sama (pencak silat).

Lalu siapa sebenarnya Devi Susanti?

Devi Sutanti ternyata berasal dari Nabire. Ia tergabung di dalam perguruan tapak suci Putra Muhammadiyah.

Ditemui di sela-sela kejuaraan tingkat remaja yang digelas IPSI Nabire, Sabtu (13/11/2021) menjelaskan, dirinya bergabung dengan tim PON XX Papua 2021, setelah lolos mengikuti lomba di ajang pionir tingkat   kampus Negeri Islam se-Indonesia dari seni ganda putri di Malang beberapa waktu lalu.

“Jadi cerita sampai saya ikut PON XX Papua, kerena sebelumnya saya ada ikut kejuaraan di Malang,” kisah Devi.

Sekembalinya dari dari Malang, Devi di panggil oleh pengurus IPSI Pemprov Papua guna mengikuti seleksi PON 2021, di bidang seni ganda putri. Alhasil lolos selekasi bersama teman lainnya dari Kabupaten Jayapura.

Untuk menuju ke PON XX Papua kata Devi, Ia bersama timnya mengikuti serangkaian tes dan pelatihan selama kurang lebih satu Tahun tujuh bulan. Tiga bulan di Jakarta dan satu Tahun di Jayapura.

“Setelah itu di Bandung selama 1 bulan, itu hanya tryout dan selanjutnya berlaga di PON XX Papua. Puji Tuhan, kami dapat medali perunggu,” ujar Devi.

Devi, yang merupakan warga Kampung Bumi Mulia, Distrik Wanggar ini kini masih berstatus sebagai mahasiswa aktif di IAIN Patahulu Jayapura. Namun mahasiswa semester tujuh jurusan perbankan Syariah ini sedang cuti kuliah gegara mengikuti PON XX Papua.

Pesannya, untuk meraih sukses dibutuhkan disiplin dan hal itu ditanamkan oleh pelatihnya kepada seluruh atlet. Sehingga dengan giat berlatih, disiplin, maka sebuah impian akan diraih sebab tidak ada yang tidak mungkin kalau ada usaha.

“Saya bangga, walau hanya dapat medali perak, tapi sudah mengharumkan nama Papua apalagi Nabire karena saya anak Labena (Lahir Besar Nabire),” ungkap Devi.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *