JDP harap Jenderal Andhika buat langkah pendekatan di Papua

Y. C Warinussy, Jubir JDP. – Bumiofinavandu.

Manokwari, Bumiofinavandu –  Jaringan Damai Papua (JDP) memberi respon positif terhadap pernyataan calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bahwa dirinya akan mengedepankan pendekatan lunak dalam menangani keamanan di Tanah Papua.

Jenderal Andika sempat menyatakan bahwa dirinya bakal memakai pendekatan lunak dengan istilah bagaimana memenangkan pertempuran tanpa peperangan.

Bacaan Lainnya

Sehingga calon Panglima TNI ini bakal fokus pada pembukaan satuan-satuan teritorial yang bakal semakin diperkuat dari pada membangun atau mengadakan satuan-satuan perang.

Pater Neles Tebay (mantan Koordinator Jaringan Damai Papua/JDP) dalam pengantar bukunya berjudul :Dialog Jakarta – Papua sebuah Perspektif Papua, 2015 mengatakan : “konflik Papua melibatkan dua pihak yang bertikai yakni Pemerintah Indonesia (selanjutnya baca : pemerintah) dan orang Papua. Konflik ini dimulai sejak Indonesia menguasai Papua tanggal 1 Mei 1963 dan hingga kini belum dituntaskan secara komprehensif dan menyeluruh.

Untuk menyelesaikan konflik Papua, sumber-sumber konfliknya perlu diidentifikasi terlebih dahulu”. Kita berharap langkah yang hendak ditempuh oleh Jenderal Andika Perkasa merupakan salah satu bagian penting dari upaya menemukan dan mengidentifikasi sumber-sumber konflik di Tanah Papua tersebut. Karena ada pandangan bijak yang berkata : “Pax melior est quam iustissimum bellum : perdamaian lebih baik daripada perang yang seadil apapun”.

Si vis Pacem para Pacem, “jika ingin perdamaian, siapkanlah perdamaian”. Kiranya kehadiran sosok Jenderal berbintang 4 (empat) berlatar belakang TNI Angkatan Darat ini mampu membawa perubahan baru dalam konteks pendekatan keamanan di Tanah Papua yang bisa diganti dengan pendekatan humanis dan mengedepankan dialog dengan kelompok-kelompok resisten di Tanah Papua.

Bagaimanapun JDP memandang bahwa rakyat Papua sudah jemu dengan konflik yang dalam banyak fakta menunjukkan mereka (rakyat Papua) senantiasa menjadi korban. Rakyat Papua selalu menjadi korban teraniaya, terbunuh, terperkosa bahkan menjadi tertuduh dan  terperiksa hingga terdakwa serta terpidana dengan fakta yang lemah menurut hukum.

Dalam banyak fakta umum bahwa rakyat Papua selalu menjadi korban pengungsi dan seringkali kurang mendapat tanggapan maupun respon untuk ditolong oleh pemerintah Indonesia baik di tingkat pusat hingga ke pemerintah daerah di tanah Papua karena ada ketakutan dianggap memihak pada kelompok yang melawan ideologi Pancasila dan UUD 1945. Kisah pilu rakyat Papua ini kiranya dapat diakhiri semenjak Panglima TNI yang baru Jenderal Andika Perkasa dilantik secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo.

JDP sebagai pihak yang senantiasa menyerukan perdamaian di Tanah Papua melalui pendekatan dialog akan senantiasa mengawal dan memberi dukungan serta sedia diajak memberi pandangan dan masukan bagi Panglima TNI dan Pemerintah Indonesia dalam merumuskan langkah-langkah penyelesaian damai atas konflik di Tanah Papua. Berbagai kajian akademis JDP akan membantu Jenderal Andika Perkasa dan jajarannya dalam memulai langkah pendekatan lebih lunak di Tanah Papua kelak.(*)

(Rilis dari JDP yang diterima Bumiofi pada Minggu, (07/11/2021).

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *