JDP Prihatin atas kekerasan kemanusiaan di Pegunungan Tengah

Jubir JDP, Y. C. Warinussy. – Bumiofinavandu/IST.

Nabire, Bumiofinavandu –   Jaringan Damai Papua (JDP) sangat prihatin dan menyerukan segera dimulainya langkah penghentian kekerasan atas nama kemanusiaan di kawasan Pegunungan Tengah Tanah Papua, termasuk di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.

JDP yakin bahwa peran pemerintah daerah Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Papua dan Bupati Pegununga Bintang sangat penting. Apalagi jika didukung penuh oleh Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan Majelis Rakyat Papua (MRP).

Bacaan Lainnya

Kami (JDP) yakin akan menjadi sebuah dorongan kuat kepada Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden K.H.Ma’aruf Amin untuk segera mengakhiri kekerasan bersenjata yang terus menerus terjadi di Tanah Papua sejak 50-an tahun lalu hingga saat ini.

Peristiwa dugaan penembakan sejumlah amunisi senjata api jenis mortir ke tengah kawasan pemukiman rakyat Papua di Kiwirok dan sekitarnya di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang antara 18 hingga 19 Oktober 2021 lalu menurut JDP sangat berlebihan.

Bahkan cenderung dapat menimbulkan terjadinya dampak penting terhadap situasi hak asasi manusia di Kiwirok dan sekitanya. Informasi seperti ini sangat sulit ditutupi dalam bentuk apapun dewasa ini, karena kecanggihan teknologi informasi. Sehingga sebagai Juri Bicara (Jubir) JDP, saya menyarankan agar aparat keamanan di wilayah konflik bersenjata tersebut termasuk kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN PB) yang seringkali dikategorikan sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB) sama-sama menahan diri dan memikirkan langkah pendekatan yang bercirikan damai.

Kekerasan atau mengangkat senjata sampai kapanpun kami yakin tidak bakal menyelesaikan konflik dan perbedaan pemahaman, termasuk soal Papua Merdeka ataupun NKRI Harga Mati. Apalagi rakyat sipil diduga keras akan menjadi sasaran bahkan korban yang berkesinambungan dalam kasus seperti di Kiwirok tersebut.

Rakyat sipil akan menjadi takut bukan saja kepada TPN PB, tapi juga terhadap TNI dan Polri. Sehingga mereka akan memilih keluar mengungsi dan meninggalkan kampung halamannya, ke kota atau ke kampung lain bahkan melewati perbatasan RI dan negara tetangga Papua Nugini (PNG).

Tentu akibatnya secara politik sangat sangat bahkan sangat selalu mengganggu posisi NKRI dalam percaturan politik internasional. Sehingga meurut JDP bahwa langkah penting dari Gubernur Papua bersama Bupati Pegunungan Bintang dengan dukungan DPRP dan MRP sangat dinantikan saat ini, guna mendesak Pemerintah Indonesia demi mengakhiri segera kekerasan bersenjata di Tanah Papua.

Sehingga langkah damai melalui media dialog penting didorong ke depan sebagai sarana membangun situasi damai yang komprehensif dengan melibatkan semua pihak yang berkompeten dalam konflik terlama di Indonesia ini.(*)

(Rilis dari Jubir JDP yang diterima Bumiofi pada Minggu, (24/10/2021).

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Komentar

  1. Ping-balik: lsm99