Dua sampai tiga hari kedepan masih terjadi hujan di Nabire

Yunus Y. S. G, S. Tr, sedang berada di kantornya untuk memantau perkembangan cuaca, Sabtu, (02/10/2021). – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu – Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nabire, Papua memperkirakan daerah ini masih diguyur hujan dua hingga tiga hari kedepan.

Sehingga, BMKG secara intens dan terus menerus selalu menginformasikan tentang perkembangan cuaca dan dampaknya yang akan terjadi.

Bacaan Lainnya

Yunus Y. S. Gedy, S. Tr dan Muhammad Darul,S.Tr dari Stasiun Meteorologi Nabire, Papua, melaporkan bahwa Analisa Cuaca Ekstrem Sementara telah terjadi cuaca ekstrem berupa hujan yang masih terus mengguyur Nabire dua sampai tiga hari kedepan.

“Data perkiraan menunjukan bahwa masih terjadi hujan dua sampai tiga hari kedepan,” ujar Yunus melalui selulernya kepada Bumiofi di Nabire. Sabtu (02/10/2021).

Ia menjelaskan, dari Stasiun Meteorologi Nabire melaporkan bahwa curah hujan terukur 137 mm dengan kategori Lebat Sementara pos hujan stageof Nabire Kalibobo, melaporkan intensitas curah hujan berada di 189.5 mm dengan kategori hujan ekstrem. Kemudian pos hujan Teluk Kimi melaporkan 64.0 mm yang berarti hujan lebat, Pos Hujan Makimi melaporkan 47  mm dengan kategori hujan sedang, Pos hujan wanggar melaporkan jumlah curah hujan 60 mm termasuk kategori hujan lebat

Sedangkan prospek mingguan dari BMKG balai wilayah V mengatakan bahwa Nabire dalam satu minggu kedepan masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat.

“Artinya kemungkinan banjir bisa saja terjadi,” jelasnya.

Sementara laporan analisis sementara kejadian cuaca ekstrem di Wilayah Kabupaten Nabire yang sedang terjadi adalah kejadian bencana hidrometeorologi berupa banjir di Distrik Wanggar, Distrik Nabire Barat dan sekitarnya pada Jum’at, (01/10/2021) sekitar pukul 20.00-03.00 WIT.

Kronologis akibat hujan lebat disertai angin kencang yangterjadi malam itu, menurut Yunus, mengakibatkan banjir di wilayah Distrik Wanggar, Nabire Barat dan sekitarnya.

“Itu dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir.

“Curah hujan ini dikategorikan sebagai curah hujan ekstrim,” tuturnya.

Muhammad Darul, S. Tr, sedang berada di kantornya untuk memantau perkembangan cuaca, Sabtu, (02/10/2021). – Bumiofinavandu.

Sehingga lanjut Yunus, analisis cuaca sementara kondisi suhu muka laut hangat, dan anomali SST bernilai +1.0 s/d +3.0 °C sehingga terdapat potensi penguapan (penambahan massa uap air) di sekitar wilayah Teluk Cendrawasih.

Lalu kondisi kelembaban udara signifikan pada lapisan permukaan hingga 500 mb berkisar antara 70%-90%. dari analisis angin lapisan 3000 ft adanya massa udara bergerak dari arah timur hingga selatan,  bergerak menuju wilayah Papua bagian barat melewati diatas wilayah Papua bagian tengah dan adanya pola konvergensi dan pola siklonik di atas wilayah Papua bagian tengah sehingga adanya potensi pertumbuhan awan-awan konvektif.

Yunus bilang, untuk peringatan  di daerah Nabire dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Nabire sebelum kejadian biasanyasebanyak 3 kali. yaitu peringatan dini dan update peringatan dini di diseminasikan ke grup sosial media baik whatsApp, facebook, instagram dan Telegram yang berisikan para stakeholder yang terkait.

Jadi kami terus mengupdate perkembangan cuaca dan disebarkan kepada masyarakat. Dan selalu menghimbau agar tetap tenang, tetapi waspada,” pungkasnya.

Yunus dan Muhammad menghimbau kepada masyarakat agar jika hujan terus berlangsung dengan intensitas sedang hingga lebat, agar menjauh dari tubuh air (misal sungai, pantai, dan waduk) dan dari lereng rawan longsor. Apabila terdapat angin kencang dan petir masyarakat dimohon berlindung ditempat yang aman dan kokoh.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.