Kejagung diminta periksa Kejati Papua, Ali Kabiay; ini pengalihan isu

Ketua Pemuda AdatSaireri II, Ali Kabiyai (Tengah) dan dua rekan lainnya, Jumat (01/10/2021). – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu – Pemuda adat wilayah Saireri II menilai, apa yang telah dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua dalam mengungkap kasus korupsi yang terjadi di Tanah Papua, khususnya komisi penanggulangan AIDS sudah tepat. Sebab saat ini yang terjadi di Papua sangat memprihatinkan mengingat tingkat penebaran HIV/AIDS cukup tinggi dan semakin meningkat.

Sehingga Pemuda Adat Wilayah Saireri II, mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, dalam mengungkap kasus dugaan korupsi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua. sebab Pemerintah telah memberikan dana yang cukup besar melalui dana hibah, termasuk bantuan dari luar negeri untuk penanggulangan kasus HIV/AIDS.

Bacaan Lainnya

“Kemarin dana hibah berupa bantuan dari pemerintah sekitar 20 milyar rupiah di Tahun anggaran 2019. Namun tidak ada program yang jelas dan berdampak terhadap menurunnya kasus AIDS di Papua,” ungkap Ketua pemuda Wilayah Adat Saireri II, Ali Kabiay dalam konferensi pers di Nabire. Jumat (01/10/2021).

Kabiay menilai, dana sebesar itu diduga telah disalah gunakan oleh pengelola KPA Papua, yakni saudara BP, Sehingga tindakan tersebut sedang diproses oleh kejati Papua.

Namun yang mengherankan pemuda Saireri adalah bahwa beberapa hari lalu, BP  dan beberapa rekannya telah melalukan aksi demonstrasi didepan Kejaksaan Agung di Jakarta. Yang intinya adalah Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta untuk segera memeriksa Kejati Papua dan beberapa koleganya yang di duga sedang bermain proyek insfraktruktur.

“Sebagai pemuda adat Saireri II Kami melihat bahwa hal ini merupakan upaya pengalihan isu oleh BP. tujuannya agar pemeriksaan kasus dugaan korupsi 20 milyar ini terganggu konsentrasinya oleh kepolisian dan kejaksaan dalam memproses kasus penyalagunaan anggaran di KPA. jadi berhenti konspirasi dan berupaya menghalang-halangi berantasan korupsi di Tanah Papua,” ucap Ali dengan tegas.

Untuk itu, Kabiay sangat berharap kepada saudara BP agar mengurungkan niatnya dalam pengalihan isu terhadap penganganan kasusnya. karena upaya pengalihan isu akan berdampak dan menimbulkan terganggunya konsentrasi Kejati Papua dan timnya untuk bekerja memberantas korupsi.

“Ini dana untuk HIV di PAPUA, sementara kasus HIV terus meningkat. Maka dana itu perlu dipertanggungjawabkan, sekali lagi jangan mengalihkan isu,” harapnya.

Sebelumnya, pemberitaan salah satu media online dengan judul ‘Kejagung Diminta Periksa Kejati Papua dalam Dugaan Bermain Proyek Infrastruktur’. Disebutkan dalam pemberitaan itu bahwa Kejaksaan Agung Republik Indonesia harus segera memeriksa bahkan memecat para pejabat di Kejaksaan Tinggi Papua yang diduga bermain proyek infrastruktur.

Demikian dikatakan Koordinator Aliansi Masyarakat Papua Anti Korupsi (AMPAK), BP seperti ditulis media itu pada Senin (27/9/2021) lalu. dengan menuding Kejati Papua telah bermain proyek melalui beberapa kontraktor.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.