Gelar pasukan, 600 personil gabungan disiagakan jelang putusan MK esok

Dandim 1705/Nabire, Letkol Inf. A. Juanda Pardosi, SE, M. SI, (Kanan) dan Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya, SIK, S.H Selasa (28/09/2021). – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu – Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya, SIK, S.H mengatakan, TNI dan Polri menjamin keamanan di wilayah ini menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada esok (29/09/2021). Situasi Kamtibmas masih terus kondusif sehingga masyarakat tidak perlu takut dalam melaksanakan aktifitas.

Sehingga masyarakat perlu membantu dan bersama-sama menciptakan kamtibmas yang kondusif. Jangan sampai terpengaruh dengan hasutan orang yang ingin mengganggu keamanan daerah dalam euforia (kegembiraan yang berlebihan) mengikuti seremoni dan lainnya.

Bacaan Lainnya

“Kami jamin keamanan selalu kondusif, maka masyarakat jangan sampai ragu. Jangan terpengaruh dengan provokator yang ingin mengganggu keamanan,” ungkap Kapolres usai apel gelar pasukan di Mapolres Nabire. Selasa (28/09/2021).

Ia menjelaskan, gabungan personil TNI dan Polri yang disiagakan sebanyak 600 orang. Jumlah itu terdiri dari 350 personil Polres Nabire, 150 personil TNI, 35 personil Polsek, Nabire, 20 personil Polres Biak, 30 personil Polres Waropen. Juga sejumlah pasukan cadangan yang disiagakan yakni dari Batalion 753 Arvita sebanyak 400 personil, Kodim 1705/Nabire sebanyak 145 personil serta DEN Zipur sebanyak 100 personil.

“Kekuatan ini untuk mengantisipasi situasi, sebab kehadiran aparat untuk masyarakat Nabire, mohon pengertiannya. Sebab pesta demokrasi hadir 5 Tahun sekali, bukan hanya sekali ini saja,” jelasnya.

Menurutnya, gelar apel gabungan yang diselenggerakan merupakan gabungan TNI, Polri serta Pemerintah Daerah. Ketiganya (Pemerintah, TNI, Polri) merupakan penyangga dari Kabupaten.

“Sehingga gelar apel ini untuk mengecek kesiapan tiga penyengga itu dalam mengantisipasi gangguan keamanan jelang putusan MK,” tuturnya.

Sehingga lanjut Kapolres, TNI bersama Polri menjamin keamanan di Nabire hingga kapanpun. Sebab aparat bertugas untuk melindungi dan melayani masyarakat dalam cipta kamtibmas.

Sementara untuk mengantisipasi euforia, aparat akan penyampaikan secara persuasif. Sehingga euforia sebisa mungkin diminimalisir. Maka jangan sampai terlena dengan euforia.

“Lebih baik kegiatan dan anggaran euforia digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat lainnya,” lanjut I Ketut Suarnaya.

Sementara itu, Dandim 1705/Nabire, Letkol Inf. A. Juanda Pardosi, SE, M. SI, menambahkan untuk mengantisipasi kemungkinan potensi yang akan membahayaan keamanan daerah, sudah melalui prosedur.

TNI, atas permintaan dari Polri di BKO-kan dengan perlengkapan yang diperbantukan. Sehingga aparat keamanan di Kabupaten Nabire siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

“Maka kami tetap menghimbau kepada masyarakatagat tetap menjaga keamanan dan menghormati keputusan MK esok. Siapapun pemenangnya adalah yang terbaik, jadi kita sama-sama menbantu dan mendukung kemajuan dan pembangunan daerah,” pungkas Dandim Pardosi.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.