Pengejaran terhadap pelaku kasus Posramil Kisor utamakan keselamatan warga Sipil

Tempat Pengungsian warga di Sorong – Bumiofinavandu/Dok Y. C. Warinussy.

Nabire, Bumiofinavandu – Direktur EksekutifLembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, meminta dengan hormat kepada Panglima Kodam XVIII/Kasuari dan Kapolda Papua Barat agar dalam melaksanakan operasi pengejaran terhadap para terduga pelaku penyerangan Posramil Kisor, Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.

Warinussy mengharapkan agar memprioritaskan keselamatan, keamanan dan kenyamanan dari warga asli Papua asal kampung di sekitar Kisor,  Distrik Aifat Selatan maupun Distrik Aifat Timur dan Distrik Aifat Timur Tengah.

Bacaan Lainnya

“Hal ini kami sampaikan, karena telah menerima informasi dari sumber di ketiga Distrik ini bahwa diperkirakan sekitar 500-700 warga penduduk asli telah mengungsi ke luar dari kampung halamannya. Alasan pengungsian, karena mereka takut adanya operasi penyisiran yang dikhawatirkan menyasar warga sipil,” ujar Warinussy dalam rilis yang diteruma Bumiofi pada Senin (06/09/2021).

Ia menjelaskan, setidaknya warga dari 18 kampung di Distrik Aifat Selatan yaitu Kampung Kisor, Krus, Imson, Buohsa, Asiaf Saman, Fuog, Fuog Selatan, Sorry, Awet Maim, Roma, Tolak, Kaitana, Yeek, Same Rakator, Sanem, Tahsimara, Hira Iek dan Tahmara, te;ah mengungsi ditempat lain.

Ada sekitar enam kampung di Distrik Aifat Timur telah mengungsi, yaitu kampung Aisa, Aikrer, Sawin, Wakom, Sahbuku dan Aitrem. Warinussy, meminta dengan hormat agar operasi penyisiran yang sedang dilakukan oleh pasukan TNI dan Polri tidak menyasar ke fasilitas umum seperti gedung sekolah, puskesmas/pustu, balai kampung untuk digunakan sebagai pos militer atau pos jaga.

Hal ini penting menurut Warinussy, demi pemulihan situasi kampung-kampung itu pasca operasi. Perlu juga ada upaya menggalang kerjasama diantara TNI dan Polri dengan Gereja Katolik maupun Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua guna menyelamatkan warga sipil dari sekitar 24 kampung yang mengungsi di Distrik Aifat Selatan dan Distrik Aifat Timur.

“LP3BH Manokwari memohon adanya perhatian Gubernur Papua Barat dan Bupati Kabupaten Maybrat terhadap keselamatan para warga  masyarakat sipil yang tidak berdosa dari ancaman kekerasan dengan tetap mengedepankan langkah penegakan hukum bagi para pelaku penyerangan Posramil Kisor,” pungkasnya.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *