LP3BH Manokwari khawatir MY dan MS mirip kasus FA dan PW

  • Whatsapp
Direktur LP3BH Manokwari, Yan C. Warinussy. – Bumiofinavandu/Dok Y. C. Warinussy.

Nabire, Bumiofinavandu – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan C. Warinussy meminta agar aparat TNI Polri dapat memastikan bahwa kedua tersangka MY dan MS yang ditangkap pasca penyerangan Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat benar-benar terlibat.

“Harus dipastikan bahwa MY dan MS benar-benar terlibat,” ujar Yan C. Warinussy dalam rilisnya kepada Bumiofi, Rabu (08/09/2021).

Bacaan Lainnya

Sebab kata Dia, ada indikasi yang dikemukakan bahwa kedua pelaku bertindak sebagai “pengintai” Posramil Kisor, sebelum terjadi penyerangan dan pembunuhan sadis yang menyebabkan 4 (empat) prajurit TNI AD gugur bersama rekannya lain menderita luka berat.

“Saat ini, LP3BH Manokwari sedang melakukan investigasi di Kabupaten Maybrat untuk memastikan kebenaran keterlibatan MY dan MS,” kata Warinussy.

Untuk itu lanjut Warinussy, mengingatkan Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari bahwa contoh “ceritera” peristiwa Kisor hampir mirip peristiwa “dihabisinya” anggota Brimob Mesak Viktor Pulung di Camp PT.Wana Galang Utama (WGU) April 2019 lalu. Bahwa menurut skenario Berita Acaranya diduga tewas dibunuh oleh Kelompok sipil bersenjata.

Namun didalam fakta persidangan, tak ada satupun saksi yang melihat langsung kejadian pembunuhan kala itu. Dua orang tersangka saat itu, Frans Aisnak (FA) dan Pontius Wakom (PW) sama sekali tidak ada bukti hukum yang menunjukkan jelas keterlibatan mereka dalam peristiwa tewasnya anggota Brimob tersebut. Sampai ahkitnya divonis hakim Sonny Alfian Blegoer Laoemoery di Pengadilan Negeri Manokwari dengan pidana 10 dan 8 tahun penjara.

“LP3BH sangat kuatir pelaku sebenarnya yang membunuh keempat korban anggota TNI dan melukai lainnya di Posramil Kisor jangan sampai hilang ditelan bumi, sementara dua pemuda nahas yang kini dijadikan tersangka hanya bakal divonis untuk membuktikan bahwa peristiwa Kisor telah selesai secara hukum, karena ada yang dihukum dengan alasan turut serta dalam peristiwa sadis 2 September 2021 lalu,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.