Biaya 15 armada pengangkut sampah di Nabire sebesar 210 juta per bulan

  • Whatsapp
Kadis DLH Nabire, Onesimus Bonai saat peringatan HPSN 2021, jumat (26/02//2021). – Bumiofinavandu/Titus Ruban.

Nabire, Bumiofinavandu – Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Onesimus Bonai mengatakan, pertanggal 25 Juni 2021 lalu, Penjabat Bupati Nabire Dokter Anton T. Mote bersama DLH Nabire melaunching gerakan Nabire bersih. Dalam gerakan ini, dimaksudkan agar semua orang bertanggungjawab terhadap kebersihan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kelapa kampung/Lurah hingga RT dan RW.

“Maka ada truk sampah yang disewakan oleh Pemerintah sebanyak 15 unit untuk membantu mengatasi persoalan sampah di Nabire,” kata Bonai melalui panggilan selulernyakepada Bumiofinavandu di Nabire. Rabu (01/09/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, didalam penanganan sampah tidak dibolehkan untuk disahkan kepada pihak ketiga. Sebab tidak ada dalam regulasi manapun. apalagi penanganan sampah ada yang namanya pengurangan, pengangkutan dan sebagainya. Akan tetapi, demi mensukseskan program Nabire Bersih maka hal ini harus dilakukan. Dan biaya yang dikucukran untuk 15 armada tersebut sebesar 210 juta rupiah untuk satu bulan.

Kemudian Nabire bukan Kota kecil tepai Kota dengan jumlah penduduk terbanyak. Dan program gerakan Nabire bersih baru berjalan memasuki bulan ketiga per 25 September nanti. Dan pengoperasian 15 armada ditambah 4 armada milik DLH, akan memasuki gang-gang atau kompleks di 9 Kelurahan yang ada untuk mengambil sampah. Kemudian diangkut untuk dibuang ke TPA Kaladiri di Distrik Wangar.

“Sembilan Kelurahan ini semua dilayani, 15 armada dari luar (pihak ketiga) dan empat armada milik DLH. Nah, sekarang agak banyak armada dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya ada empat,” jelasnya.

Sehingga  menurut Bonai, jika ada warga yang masih buang sampah di pinggir jalan harus dimaklumi dan kalau bisa jangan dibiasakan terus. Namun ini perlu banyak edukasi dan sosialisasi, bukanhanya dari Pemerintah tetapi juga dari seluruh pihak yang merasa memiliki Nabire.  Misalnya Komunitas, Kepala Distrik, KepalaKelurahan, Ketua RT dan Ketua RW setempat.

Sebab yang punya warga adalah Kepala Distrik hingga ketua RT/RW. Dam Pntah sudah berupaya semaksimal dengan menambahkan armada guna memerangi sampah.

“Jadi soal edukasi, sosialisasi adalah tanggungjawab kita bersama. Kalau masih ada sampah dipinggir saya pikir tinggal kesadaran saja, sebab hal besar sudah kita lakukan untuk mengatasi sampah,” tuturnya.

Sehingga lanjut Bonai, hampir tiga bulan ini sampah tidak seperti sebelumnya denganbak-bak sampahyang ditaruh dipinggiran jalan dan mengganggu kelanracan lalu lintas serta mengeluarkan aroma tak sedap untuk pengendara dijalanan apalagi dipinggir jalan protokol dan sebagainya.

Misalnya di Pantai Nabire, Terminal Oyehe, Malompo, Siriwini dan Pasar karang yang sangat mengganggu pemandangan dan perjalanan. Kini, semuanya telah teratasi sedikit demi sedikit dan bukan di jalan utama.

Maka sekali lagi kata dia, tuggas semuapihak adalah memberikan pemahaman kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Bahwa hidup yang sehat dan bersih terus dipelihara. “SDaya sarankan, kalau adakomunitas yang peduli, bisa saja mendatangikelurahan ataubRT/RW untuk memberikan edukasi agar warga tidak lagi membuang sampah sembarang,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.