DPRD Nabire kembali mempertanyakan biaya pemondokan mahasiswa ADik

Caption : Anggota Komisi A DPRD Nabire, Sambena Inggeruhi – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu – DPRD Kabupaten Nabire kembali mempertanyakan biaya pemondokan mahasiswa Afirmasi PendidikanTinggi (ADik), untuk mahasiswa asal Nabire yang sedang mengenyam pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar Papua.

Anggota Komisi A DPRD Nabire, Sambena Inggeruhi mengatakan, beberapa waktu lalu DPRD Nabire telah memanggil pihak terkait untuk membahas keluhan mahasiswa. pihak terkait dimaksud antara lain, Dinas Pendidikan (Disdik), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), orang mahasiswa termasuk Penjabat Bupati Nabire, Dokter Anton T Mote.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah pernah melakukan pertemuan dengan pihak terkait dan orang tua mahasiswa sekitar bulan Mei lalu,” kata Inggeruhi melalui selulernya kepada Bumiofinavandu, pada Rabu (01/09/2021).

Dalam pertemuan pada bulan Mei lalu menurut Inggeruhi, telah disepakati bahwa Pemerintah Daerah akan segera melakukan pembayaran dalam waktu dekat. Akan tetapi, hingga memasuki bulan ke September pembayaran tak kunjung tiba. sehingga para mahasiswa mengeluh lantaran harus membayar biaya pemondokan (kos-kosan) di Kota Study.

Jika ada alasan lain kata Imggeruhi, itu itu hanya alasan klasik. Sebab data mahasiswa bisa dibuktikan dengan Kartu kuliah dan kartu hasil studi (KHS) serta surat keterangan dari kampus yang bersangkutan yang bisa diakses melalui data dari masing-masing kampus dimana mahasiswa menuntut ilmu, artinya bisa melalui online.

“Ini sudah tiga bulan lebih bahkan sudah mau masuk pada sidang perubahan. padahal kendala dalam pertemuan itu adalah terkait data mahasiswa afirmasi ADik,” tuturnya.

Sehingga Inggeruhi berharap, BPKAD dan Dinas Pendidikan untuk segera memproses biaya pemondokan mahasiswa ADEM. Sebab sumber dananya berasal dari dana Otsus, jangan sampai Pemerintah sampai menggores luka kepada anak-anak Papua yang sedang kuliah di luar Papua.

“Kami sangat berharap hal ini bisa diatasi. kasihan, coba bayangkan, kalau yang orang tua mampu tidak masalah. tapi bagaimana dengan mereka yang tidak mampu. Otsus hadir karena orang Papua,” pungkasnya.(*)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

5 Komentar

  1. Kami sebagai mahasiswa sangat mengharapkan perhatian pemerintah atas pencairan dana tersebut karena ini menjadi harapan kami untuk membantu kebutuhan kami di kota studi

  2. Sebelumnya mohon maaf ,saya adik Afirmasi Nabire 2018. saya ijin bertanya
    1. Dana Prmondokan dikemanakan ? karena kami mahasiswa sudah nunggu dari 3 bulan lalu untuk dana pemondokan tersebut mohon segera dibayarkan karena kami mahasiswa sangat membutuhkan bayar uang kos ,uang makan dan keperluan saat fi KKN atau Magang .

  3. Sebelumnya mohon maaf ,saya adik Afirmasi Nabire 2018. saya ijin bertanya
    1. Dana Pemondokan dikemanakan ? karena kami mahasiswa sudah nunggu dari 3 bulan lalu untuk dana pemondokan tersebut mohon segera dibayarkan karena kami mahasiswa sangat membutuhkan bayar uang kos ,uang makan dan keperluan saat KKN atau Magan di Desa tersebut .

  4. Sebelumnya mohon maaf ,saya adik Afirmasi Nabire 2018. saya ijin bertanya
    1. Dana Pemondokan dikemanakan ? karena kami mahasiswa sudah nunggu dari 3 bulan lalu untuk dana pemondokan tersebut mohon segera dibayarkan karena kami mahasiswa sangat membutuhkan bayar uang kos ,uang makan dan keperluan saat KKN atau Magang .