KBM Tatap muka di SMP N I Nabire mulai 6 September

  • Whatsapp
Siswa-siswi SMP N I Nabire ketika mendapatkan penjelasan tentang KBM tatap muka dari salah seorang guru, Selasa (31/8/2021). – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu – Terkecuali Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal atau 3T yang selama ini tetap melaksanakan tatap muka. Dinas Pendidikan (Disdik)  Nabire telah menginstruksikan agar seluruh jenjang pendidikan mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA agar segera melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka.

Kepala SMP Negeri I Nabire, Philemon Musendi mengatakan, untuk mempersiapkan proses KMB maka seluruh siswa-siswi sekolah itu telah menerima surat pemberitahuan yang akan disampaikan kepada orangtua/wali murid. Sebab terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan untuk dilaksanakan sebelum proses KBM dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

“Kalau aktif tatap mukanya di SMP N I nanti Tanggal 6 September,” ujar Musendi di Nabire. (31/08/2021).

Ia menjelaskan, proses KMB di sekoleh yang dipimpinnya itu akan berlangsung melalui tatap muka atau lurung (luar jaringan) dandilaksanakan di sekolah dengan presentase 50% atau sistim shift (berjantian). Tentunya hal tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada protokol kesehatan yakni wajib menggunakan maskes, cuci tangan serta menjaga jarak, yang akan diawasi langsung oleh para guru di Sekolah.

Selain itu, peserta didik yang diizinkan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka atau luring di sekolah adalah mereka yang sudah mendapatkan vaksin, dengan menunjukan kartu vaksin covid-19.

“Kita segera belajar tatap muka, tapi bagi mereka (peserta didik) yang sudah di vaksin,” jelas Musendi.

Sedangkan menurut Putra asli dari Kampung Moor ini, bagi peserta didik yang belum melakukan atau mendapatkan vaksin, proses pembelajarannya dilakukan secara online atau daring dengan menggunakan aplikasi zoom dan googlemeet.

Kemudian bagi peserta didik yang baru saja sembuh karena terpapar covid-19 atau memiliki penyakit komorbit (bawaan) seperti (jantung, diabetes, hipertensi, ginjal dan stroke), harus disertakan surat keterangan dokter agar bisa mengikuti KBM.

“bagi mereka yang tidak bisa di vaksin karena penyakit bawaan, harus menunjukan surat keterangan dari dokter untuk tetap mengikuti KBM. Tentunya sekolah akan memperhatikanhal-hal tertentu yakni perhatian khusus bai mereka ini,” tuturnya.

Sementara untuk orangtua/wali peserta, lanjut Musendi, dihimbau untuk tidik memaksakan anaknya untuk mendapatkan vaksin. apabila anak tersebut mempunyai riwayat penyakit penyerta, dengan dibuktikan surat keterangan dari dokter pemerintah. Orang tua juga bersedia menandatangani surat persetujuan mengikuti pembelajaran tatap muka dimasa kedaruratan pandemic covid-19. Sedangkan untuk vaksin siswa, sekolah menyerahkan kembali kepada orang tua murid masing-masing. Sebab sekolah tidak direkomendasihkan untuk mengatur vaksin peserta didik.

Soal vaksin kata Musendi, orang tua yang atur sesuai dengan puskesmas yang ditunjuk pemerintah. Sedangkan bagi anak yang orangtuanya tidak setuju, tidak usah divaksin. Namun harus menunjukan surat keterangan dari dokter bahwa yang bersangkutan belum bisa divaksin karena riwayat penyakit yang diderita.

Maka orang tua harus memperhatikan bebeapa hal yangtelah disampaikan untuk dilaksanakan. Sebab pelaksanaan ulangan penilaian tengah semester ganjil Tahun pelajaran 2021/2022 akan dilaksanakan pada tanggal 20 – 24 september 2021. Jadwalnya akan menggunakan sistim sesi 1 dan 2,” kata Musendi.

Salah satu orang tua murid, Mariana menambahkan bahwa ia telah mendapatkan pemberitahuan dari sekolah melalui anaknya. Sehingga, Maria akan segera berkonsultasi dengan dokter apakah anaknya bisa mendapatkan vaksin atau tidak.

“Ia, kami harus konsul duluke dokter, sebab anak memang jarang sakit tapi sangat perlu konsultasi terlebih dahulu,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.