Subsidi transportasi dibutuhkan guna menjangkan masyarakat di pelosok Papua

Legislator Papua, John NR Gobai – BumiofiNavandu/Dok John NR Gobai.

Nabire, BumiofiNavandu – Provinsi Papua yang luas serta medannya yang bergunung-gunung serta rawa yang luas tentu memerlukan sarana pelayanan untuk menjangkau masyarakat yang hidup jauh dari perkotaan dan pusat pusat pemerintahan.

Sejarah mencatat, pada awal  tahun 1950-an, Pater Misael Kamarer yang melakukan perjalanan dari Pagopugaida, Kugapa, sekarang Distrik Bibida, Kabupaten Paniai menuju Ilaga dan lembah kemandoga dan dugindoga, kini kabupaten intan jaya, untuk Missi penyebaran gereja katolik di Pegunungan Tengah Papua bagian barat (West Centraal Berglaand).

Bacaan Lainnya

Dalam perjalanan pulang, dari Ilaga menuju Paniai, diduga karena kehilangan arah jalan  Pater ini hilang kabar selama satu bulan,dan Pimpinan Gereja Katolik dan Pemerintah Belanda, menduga Pastor ini telah meninggal,  namun kemudian Pastor ini tiba di kampung Zoanggama, Kabupaten Intan jaya.

Peristiwa ini kemudian mendorong Gereja Katolik untuk berusaha menghadirkan sebuah sarana transportasi yang dapat menunjang pelayanan gereja katolik di Papua, akhirnya hadir sebuah lembaga penerbangan yang kemudian kita kenal dengan nama AMA  dan pesawat terbangnya, dengan subsidi dari Belanda, kemudian terbangun juga lapangan terbang di berbagai kampung yang sekarang masih berfungsi namun juga sebagian sudah tidak berfungsi lagi. Saat itu masyarakat dijangkau baik melalui pesawat air maupun pesawat udara, sehingga  program-program agar dapat menjangkau masyarakat yang ada di kampung kampung yang jauh dari pusat pemerintahan.

Situasi saat ini

Pemda harus menganggarkan subsidi untuk transportasi demi kepentingan masyarakat. Pemerintah pusat dalam memberikan bantuan kadang kala menyamakan kondisi Indonesia secara sama, padahal tidak semua kabupaten, contohnya adalah pemberian bantuan mobil ambulans,  bagaimana mau menjangkau daerah yang tidak ada sarana jalan darat, sdh pasti mobil itu akan jadi mobil untuk traveling saja.

Di Papua ini diperlukan adanya penguatan bagi perusahaan penerbangan kecil, agar pelayanan pemerintahan dapat menjangkau daerah daerah yang jauh dari perkotaan atau pusat pemerintahan. Dalam Pemandangan Umum terhadap LKPJ Gubernur Papua tahun 2020,  Poksus DPR Papua, menyampaikan Pembayaran subsidi melalui APBD sangatlah penting dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Papua, misalnya Subsidi kepada  Maskapai AMA, MAF ADVEN, Bis DAMRI dan Kapal ASDP.

Pembayaran subsidi dalam APBD sangatlah penting dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Papua, misalnya Subsidi kepada Maskapai AMA, MAF dan ADVEN agar mreka dapat membantu masyarakat Papua yang ada dikampung kampung di  serta subsidi untuk BIS DAMRI untuk membantu anak anak sekolah di kota kota dimana BIS DAMRI beroperasi misalnya Kota Jayapura, Merauke, keerom, Serui, Biak, Nabire, Timika dan subsidi kepada ASDP untuk melayani masyarakat di pesisir dan pulau pulau.

Sehingga, dengan adanya sarana ini maka akan ada program dokter terbang, yang menjangkau kampung kampung, aparat pemerintahan, petugas kesehatan dan guru dapat sampai di tempat tugas mereka untuk melakukan pelayanan pemerintahan, sehingga diperlukan adanya sarana transportasi baik pesawat udara maupun pesawat air atau Kapal Kapal Motor kecil untuk menjangkau kampung kampung.(Red, rilis dari Jhon NR Gobai yang diterima Bumofi pada pada Jumat, (13/08/2021 )

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 Komentar

  1. Ping-balik: SAGAME
  2. Ping-balik: Hot erotic videos
  3. Ping-balik: ประตู wpc
  4. Ping-balik: Nicorette Spray