Kapolres dan Dandim Nabire; PSU aman walaupun masih ada potensi kerawanan

Kapolres Nabire, AKBP Kariawan Barus, SIK dan Dandim 1705/Nabire, Letkol Inf Anjuanda Pardosi, ketika memantau jalannya PSU di TPS 25 Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire – BumiofiNavandu.

Bacaan Lainnya
Nabire, BumiofiNavandu – Pemilihan Suara Ulang (PSU), Pemilukada Nabire Tahun 2020 yang telah berlangsung pada Rabu (28/07/2021) berjalan maman dan kondusif. Namu pelaksanaan PSU tersebut telah direkomendasikan adalagi PSU ulang di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS), yakni TPS 25 Kelurahan Siriwini, TPS 03 dan 16 Kelurahan Karang Mulia.
Kapolres Nabire AKBP Kariawan Barus, SH. SIK mengklaim bahwa seluruh tahapan hingga pelaksanaan PSU berjalan baik, aman dan lancar. Semua tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam membantu TNI POLRI untuk mengamankan pelaksanaan PSU.
“Semua tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan seluruh elemen untuk menghasilkan PSU yang aman dan damai,” ujar Kapolres Kariawam ketika memantau jalannya PSUdi TPS 26 Kelurahan Siriwini Nabire. Sabtu (31/07/2021).
Menurutnya, sedikitnya terdapat tiga TPS yang direkomendasikan Bawaslu untuk melaksanakan PSU. Sehingga pada Sabtu dua TPS yakni TSP 26 Kelurahan Siriwini dan TPS 16 Kelurahan Karang Mulia telah dilaksanakan pada Sabtu (31/7), senentara untuk PSU di TPS 03 Kelurahan Siriwini akan dilaksanakan pada Senin (02/08) mendatang.
Ia menilai, pelaksanaan PSU berjalan baik, namun untuk potensi kerawanan. Tentunya karema masih terdapat pihak-pihak yang sering memprovokasih adanya isu yang belum tentu benar adanya, namun cepat ditanggapi oleh pihak lain tanpa mengecek kebenarannya.
“Kalau potensi kerawanan masih ada, karena ada pihak yang sering sebar Hoax tapi parahnya yang terima informasi tidak mengkrocek kembali kebenarannya,” tutur Kariawan.
Untuk itu Ia mengharapkan agar informasi apa saja yang disebar ataupun di terima, perlu di krocek kebenarannya kepada yang paham dan mengetahui. Sehingga, tidak terjebak dengan adanya informasi yang mengakibatkan terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Kapolres juga mengharapkan tidak terjadinya pergerakan masa oleh pihak tente, agar harus dihindari. Karena situasi saat ini terutama di Nabire covid-19 terus menular. Misalnya ada anggota Keepolisian yang dalam pelaksanaan PSU terdapat sedikitnya ada 16 orang yang dinyatakan terpapar, dan mereka (anggota tersebut sedang diisolasi mandiri.
“Artinya apa, ini situasi covid jadi jangan sampai ada gerakan masa. Supaya tidak terjadi lonjakan kasus,” harap Kapolres Kariawan.
Apabila lanjutnya, jangan sampai masyarakat atau pihak tententu terpengaruh dengan isu-isu yang mengakibatkan terjadinya konflik atau terjadi lonjakan kasus covid-19. DIa mengajak seluruh eleman masyarakat di Nabire mengkuti proses tahapan dengan baik. Jika kurang informasi, dipersilahkan untuk bertanya kepada yang berwewenang atau mengettahui sehingga situasi jangan dipolitisir. Jika da hal yang dirasa tidak puas oleh tim atau kandidat, sangat diharapkan untuk berkoordinasi sesuai ranahnya masing-masing. Termasuk klaim kemenangan adalah sah-sah saja, namun tetap harus menghormati keputusan yang sah di KPU.
“Mari kita jaga dan kawal semua tahapan ini agar tetap kondusif sampai pada tujuan yang dicapai. Kalau ada lagi hal yang dirasa keluar dari aturan, dipersilahkan untuk menempuh sesuai aturan yang berlaku,” harapnya.
Sementara itu, Dandim Nabire, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengapresiasi amannya pelaksanaan PSU aman terkendali. Termasuk pelaksanaan PSU di dua TPS berlangsung dengan baik.
Untuk itu Dandim berpesan agar jik ada pihak yang tidak puas dan ingin menyampaikan aspirasi, diharapkan sesuai dengan jalurnya dan tidak dengan kekuatan masa dan saling memprovokasi para pendukung yang dapat mengakibatkan terganggunya situasi keamanan.
“Kalau ada masalah, silahkan ke jalurnya. Kalau ad ayang protes, ada juga jalurnya yaknii Bawaslu atau KPU,” pungkasnya.(Red)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar