Deyai jadi pusat listrik untuk Paniai dan Dogiyai

GM PT PLN Cabang Nabire, Robert Rumsaur, di ruang kerjanya Rabu (7/4/2021) – BumiofiNavandu.

Nabire, BumiofiNavandu – General Manager PT. Perusahaan Linstrik Negara (PLN) Cabang Nabire, Robert Rumsaur, mengungkapkan bahwa Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire membawahi dua rayon. Diantaranya rayon Nabire Kota dan rayon di Enarotali Kabupaten Paniai Provinsi Papua. sementara rayon Enarotali membawahi tiga Kabupaten yaitu Dogiyai, Deiyai dan Paniai.

Untuk itu, guna memberikan pelayanan yang maksimal maka tiga Kabupaten tersebut akan mendapatkan pelayanan 1 X 24 jam listrik menyala pada juni mendatang.
“Kami mulai serius untuk Rayon Enarotali. Kalau sebelumnya jam operasinya ada yang 20, 18 dan 22 jam. tapi komitmennya untuk juni sudah full kalau semua berjalan mulus,” ungkap Rumsaur di Nabire. Rabu (7/4/2021).
Menurutnya, hal tersebur sesuai dengan harapan, anggaran dan tentu support dari pemerintah daerah dan seluruh semua stekolder dan masyarakat tiga Kabupaten. Dan rencanaya, Juni mendatang sudah dapat di lounching.
Maka secara teknis, sesuai kondisi lapangan yang strategis, mesinnya akan berada di Kabupaten Deyai. Mengingat Kabupaten ini berada di antara dua Kabupaten lainnya. penyebabnya adalah untuk keseimbangan beban. Selain itu, memperpendek pelayanan ketika sewaktu waktu terjadi gangguan, guna memperpendek jangkauwan petugas.
“Mesinnya tinggal di Deyai, sehingga ketika gangguan teman-teman lapangan juga untuk mengakses dan tanggulangi, begitupun sebalinya,” tuturnya.
Dia menjelaskan, saat ini pekerjaan sipil sedang berlangsung khususnya untuk kedudukan mesin. Sedangkan mesinnya sendiri sudah didatangkan dari Biak sebanyak dua unit diesel dan saat ini sudah di Nabire yang berkapasitas dua megavolt. dengan beban masing-masing 800, 600 dan 400. Jika ditotalkan ada 1,8 mega dan bisa melayani tiga Kabupaten tersebut.
Sedangkan lahan yang digunakan adalah asset punya Pemda setempat. Dan statusnya antara PLN dan Pemda adalah serah terima operasi. artinya bahwa assetnya Pemda dan PLN yang operasikan.
‘”Dan ada konsekwensinya,” jelas pria asal Biak ini.
Namun lanjut Rumsaur, sebagai perusahaan tentunya perlu was was terutama menyangkut masalah sosial, seperti pengrusakan dan sebagainya dan tentunya pasti ada ketika dilapangan. Yakni yang sangat dominan dan berpengaruh besar adalah masalah social. Termasuk gangguan alam.
Sehingga untuk masalah social perlu edokasi dari berbagai pihak terutama Pemerintah daerah. Agar jangan sampai terjadi hambatan proses pembangunan, sebab ini bertujuan untuk kepentingan umum.
“Dua kendala utama, social dan alam. Tapi sejauh ini belum ada namun kami tetap waspada,” lanjutnya.
Untuk itu, harapan PLN adalah semua pihak terutama masyarakat dari ketiga kabupaten tersebut untuk membantu dan menumbuhkan rasa kepedulian agar keinginan menitmati listrik segera terwujud.
“Tentunya tidak terlepas dari edukasi yang dilakukan baik pemerintah maupun seluruh eleman yang ada. Itu harapan kami dan saya yakin semuanya akan berjalan dengan baik,” harap Rumsaur.
Sebelumnya, Bupati Paniai Meki Nawipa dan Bupati Deiyai Ateng Edowai, telah menemui GM PT. PLN Nabire, pada Kamis (11/3/2021) silam. pertemuan tersebut membahas perjanjian kerjasama yang dibahas oleh dua belah pihak.
Bupati Deiyai, Ateng Edowai, mengatakan Deiyai akan menjadi sentral dalam pelayanan listrik di tiga kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua tersebut. Sehingga ia berharap kepada pihak PT. PLN agar segera mengurus lokasi lebih luas di samping kantor PLN Waghete, Deiyai.
“Kami baru saja selesai pertemuan dengan pihak PLN Nabire untuk 24 jam lampu nyala di tiga kabupaten. Kami bahas beberapa hal terutama persediaan lokasi. Soal lokasi, Pemkab Deiyai siapkan tetapi kembalikan kepada pihak PT. PLN untuk mereka negosiasi dengan pemilik hak ulayat. Jadi lokasi itu akan disiapkan oleh PLN, kami siapkan yang lain,” ujar Bupati Ateng Edowai didampingi Bupati Paniai, Meki Nawipa, usai pertemuan.(Red)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 Komentar

  1. Ping-balik: page