Pelni Nabire inginkan zona hijau saat pelayaran

Kepala Operasional Pelni Nabire, Isak Samuel Ayeri, ketka memantau penjualan tiket di loket Pelni Nabire – Bumiofinavandu.

Nabire, BumiofiNavandu – Pelni Cabang Nabire telah membuka penjualan tiket untuk pelayaran perdana bagi KM Labobar, setelah setahun tidak ada kapal putih menyinggahi pelabuhan laut Nabire. penjualan tiket sudah berlangsung sejak tanggal 26 Maret lalu, dengan pelabuhan tujuan Serui dan Jayapura.
Kepala Operasional Pelni Nabire, Isak Samuel Ayeri mengungkapkan, penjualan tiket sesuai kapasitas penumpang di kapan hanya mencapai 50%. Sebab calon penumpang yang bepergian harus meninjukan surat rapid tes antigen dengan hasil negatif.
“Dan yang benar-benar punya urusan penting di tempat tujuan, baru bisa dilayani pembelian tiketnya. artinya tidak seperti dulu sebelum pandemi,” ujar Ayeri, ketika memantau penjualan tiket di loket Pelni. Senin (29/3/2021).
Sejak penjualan tiket dari hari pertama kata Ayeri, sudah kurang lebih 200 penumpang. Nantinya, setelah kapal tiba di jayapura baru penjualan tiket di buka untuk tujuan Manokwari, Sorong dan seterusnya.
“untuk calon penumpang kearah barat nanti setelah kapal tiba di Jayapura baru di buka. Kita belum tau apakah nanti penumpang banyak atau berkurang,” kata Dia.

Isak menjelaskan, semua kapal penumpang milik PT Pelni diwajibkan untuk menciptakan zona hijau. Artinya protokol kesehatan akan diberlakukan sesuai masa pandem covid-19.
Seperti surat kesehatan, menjaga jarak, dan menggunakan masker. Termasuk empat tidur di kapal sudah diatur untuk tetap menjaga jarak. Serta disetiap sudut kapal tentunya telah disediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan.
“Kita ingin pelayaran aman dari covid. Dan kapal di setiap pelabuhan akan di semprot,” jelasnya.
Roy Ayomi, salah satu calon penumpang KM Labobar tujuan Nabire Jayapura mengatakan, mengakuh sudah membeli tiketnya. Pembelian tiket tentunya dengan mengikuti prokes, baik menggunakan masker, menjaga jarak serta menunjukan surat rapid tes antigen dengan hasil positif.
Iapun berharap agar semua calon penumpang KM Lalobar nantinya harus mengikuti prokes sesuai ketentuan di saat berlayar nantinya. Sehingga, mengurangi reziko penularan covid-19.
“Jadi saya ikut pesan kepada semua penumpang. Supaya kita taati prokes. Sebab, kalau tidak dan terjadi penularang, jangan sampai dihentikan lagi kapal putih,” harap Ayomi.(Red)
PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.