Ratusan orang tua akan ke DPDR Nabire tanyakan pemondokan anak

Since Wosiri dan suaminya Daud Ayomi sedang berdiskusi dengan Robertino Hanebora – Bumiofinavandu.

Nabire, BumiofiNavandu – 340 orang tua berencana akan mendatangi DPDR Nabire untuk mempertanyakan bantuan study dari pemerintah untuk anak-anak mereka. bantuan dimaksud adalah biaya pemondokan anak yang sedang megenyam pendidikan di luar Papua.

Mereka (para) orang tua sedang berkoordinasi dengan seorang fasilitator untuk bertemu dengan DPDR Nabire. untuk mempertanyakan biaya yang bersumber dari dana otsus.
“Kami minta Pak Robertini Hanebora untuk memfasilitasi ke dewan,” kata Since Wosiri kepada Bumiofi, Kamis (25/3/2021)
Menurut Since, Ia ditunjuk sebagai koordiinator dari para orang tua. rencana ke DPDR lantaran pihaknya sudah mempertanyakan biaya pemondokan putra-putrinya kepada pemerintah daerah.
Baik kepada Dinas pendidikan, Bapedda dan sekda Nabire. sebab sejak awal Tahun 2014 hngga 2018 biaya pemondokan lancer. Akan tetapi memasuki Tahun 2019 hingga 2021, tidak ada kejalasan.
“Saya sudah ke sana Tanya, tapi semua jawaban sam. Katanya untuk PON Papua.jujur kami tidak puas karena kami orang tidak punya,” tuturnya.
Robertini Hanebora menambahkan bahwa ia akan memfasilitasi pertemuan antara para orang tua dan DPRD Nabire sesuai permintaan dari orang tua.
“saya sedang persiapkan untuk ketemu dengan DPRD Nabire,: tambah Hanebora.
Ia mengungkapkan, Program ADIK adalah program dari kementerian pendidikan dan Provonsi Papua. dalam perjanjiannya, Pemerintah Pusat melalui kemendikbud bertangingjawab untuk biaya pendidikannya para mahasiswa. Sementara untuk biaya pemondokan ditanggung oleh pemerintah daerah melalui dana otonomi khusus.
Persoalannya, sejak tahun 2019-2021 pemerintah Kabupaten Nabire sebagai penanggung jawab sudah tidak mengirimkan bantuan pemondokan bagi 340 (Tiga Ratus Empat Puluh) siswa-siswi yang dikirim. Dan para orang tua sendiri yang menanggung beban biaya anak-anak mereka.
“Kami harap ada perhatian dari pemkab Nabire atau Dinas pendidikan. tapi dalam waktu dekan kami akan ke DPRD untuk audens,” uangkap dia.
Terpisah, Kepala Dinas pendidikan Nabire, Yulianus Pasan melalui pesan whatsappnya menjelaskan bahwa program ADIK dan ADEM sudah tidak ada menunya di Dinas Kabupaten. Sebab semua anggaran di berada di Propinsi, baik pisik maupun Non fisik.
“Soal program ADIK semua kembali ke Provinsi,” jawab Yulianus Pasang saat dikoformasi.(Red)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Ping-balik: aksara178 rtp