Komisi A DPRD Nabire minta masyarakat bijak terima hasil MK

Anggota Komisi A, DPRD Nabire dalam satu kesempatan – Bumiofinavandu.

Bacaan Lainnya
Nabire, BumiofiNavandu – Dua permohonan perkara sengketa pemilihan kepala daerah (pemilukada) Nabire Tahun 2020, dijadwalkan akan di disidangkan dalam lanjutan sidang oleh Mahkamah Konstitusi atau MA pada Jumat (19/3/2021) nanti.
Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPDR) Nabire, melalui Komisi A bidang Hukum dan pemerintahan meminta masyarakat bijak dalam tenang dalam menerima hasil sengketa pemilukada Nabire.
“Komisi sangat mengharapkan masyarakat untuk tetap menghormati hasil putusan MK dan menjaga situasi keamanan dan dewasa dalam berpolitik,” uangkat Sekretaris Komisi A, DPRD Nabire, Rohedi M Cahya, melalui selulernya pada Selasa, (16/3/2021).
Dia mengatakan, Kedua perkara pemilikada Nabire antara lain, pertama, permohonan perkara Nomor 84/PHP.BUP-XIX/2021 yang diajukan Fransiscus Xaverius dan Tabroni bin M Cahya. Dan kedua permohonan perkara Nomor 101/PHP.BUP-XIX/2021 yang diajukan paslon Yufinia Mote dan Muhammad Darwis.
Dua perkara ini sudah memasuki amar putusan dan rencananya akan dibacakan oleh MK, nanti jumat besok di panel dua pukl 14.00 WIB.
“Kita harus menerima apapun hasilnya. Sebab esensi dari tujuan pilkada itu adalah harus dijalankan. kalau kita konflik dan terus berdebat maka akan keluar dari tujuan mencetak pemimpin di Nabire,” kata Rohedi.
Untuk itu, kepada masing-masing pendukung paslon agar siapapun terpilih nanti harus menerima dan konsisten membangun Nabire lebih baik lagi dari sebelumnya.
Juga kepada pengguna sosial media dan seluruh elemen masyarakat untuk saling merangkul dan bersama-sama membangun Nabire yang baik lagi. bukan saling memprofokasi keadaan.
“Sekali lagi kami mengharapkan yang terbaik. Apapun hasil kita harus terima,” ujar Rohedi berharap.
Ketua Komisi A, Marcy Kegou menambahkan, debat dan ego pilkada sudah usai. Warga Nabire diharapkan siap menerima keputusan dan Bupati baru untuk membangun daerah ini.
“Siapapun Bupatinya, itu Bupati Nabire dan bukan Bupati tim pemenangan paslon tertentu. Mari kita terima untuk sama-sama bangun Nabire. ingat suasana pilkada sudah berlalu, mari kita hargai Bupati baru nanti sesuai keputusan,” tambah Kegou.(Red)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Komentar

  1. Ping-balik: pgslot