Pengurus PMI Nabire di lantik

  • Whatsapp
Foto bersama perurus PMI Nabire dan Ketua harian PMI Papua – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Nabire dilantik oleh Ketua Harian PMI Provinsi Papua, Zakius Degey. Pelantikan pelantikan pengurus PMI Nabire periode 2020-2025, berlangsung di aula RSUD Nabire pada Rabu (17/2/21).

Ketua harian PMI Provinsi Papua, Zakius Degei, mengatakan bahwa dalam kepengurusan PMI Nabire, semua unsur telah masuk seperti perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), dokter, perawat, kesehatan masyarakat, dan umum.

“saya liat kepengurusan PMI Nabire sudah lengkap,” kata Degey.

Untuk itu menurut dia, pengurus segera melakukan orientasi kepalangmerahan serta membentuk relawan PMI. Sebab, pelantikan PMI Nabire merupakan bagian dari program kerja pengurus Provinsi bidang organisasi.

“Kalau bisa segera orientasi dan rekrut relawan yang siap bekerja. Ini bagian dari program kami di Provinsi,” tuturnya.

Degey mengungkapkan, Nabire adalah kabupaten central bagi Kabupaten penyangga di sekitar. Sehingga, PMI Nabire akan membantu dan menentukan maju mundurnya PMI di Kabupaten tetangga.

Sebab dari sisi fasilitas, SDM, dan kepengurusan, PMI Nabire sebih siap dan tentunya akan membantu PMI di Kabupaten Lain.

“Tanpa Nabire, PMI kabupaten seperti Paniai dan lainnya tidak bisa jalan, sebab Nabire ini induk,” tuturnya.

Sehingga, diharapkan dalam kepengurusan ini terus berbenah dan melaksanakan kerja-kerja kemanusiaan. Agar ada efek pekerja social di Nabire dapat berdampak bagi masyarakat di wilayah Meegapo.

“Misalnya, kalau ada bencana di salah satu Kabupaten di wilayah Meepagi. Maka kami pasrri minta bantuan ke Nabire,” uangkap Degey.

Sementara itu, ketua PMI Cabang Nabire, dokter Andreas Pekei mengatakan bahwa dengan terbentuknya kepengurusan PMI Nabire, akan berdampak terhadap pelayaman kepada masyarakat, khususnya kemanusian.

Misalnya, ikut berperan dalam masalah kebencanaan, termasuk layanan utama adalah membantu meringankan beban permintaan donor darah.

“Kondisi di Nabire bnyak sekali maryarakat membtuhkan donor darah. Itu salah satu tugas utama PMI sekali menangani masalah kebencanaan,” kata dokter Pekei.

Untuk itu menurut direktur RSUD Nabire ini, setelah penantikan akan dilakukan koordinasi denga seluruh pengurus. Kemudian akan berkoordinasi dengan seluruh potensi guna membahas program kerja lima Tahun kedepan. “Ada beberapa program akam kami bahas. Termasuk bekerjasama denga pemerintah daerah dan seluruh potensi PMI. Setidaknya, persoalan darah bisa teratasi dengan program yang akan dilaksanakan,” tutur dokter Pekei.(Red)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.