Kantor ini tutup dua pekan, petugas terpapar covid

  • Whatsapp
Pemberitahuan pemberhentian sementara pelayanan di pintu masuk kantor Disdukcapil Nabire – Bumiofinavandu.id
Nabire, Jubi – Pelayanan dokumen di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Disdukcapil) Nabire dihentikan sementara waktu hingga dua pekan mendatang.
Kepala Disdukcapil Nabire, Yeremias Mote melalui selularnya, Selasa (2/2/2021) mengatakan, pihaknya dengan terpaksa memberhentikan untuk sementara waktu pelayanan dokumen kependudukan, terhitung 2-14 Februari.
Pelayanan akan dibuka kembali pada 15 Februari.
“Kami terpaksa lakukan ini sebab ada pegawai yang terkonfirmasi positif covid-19,” Mote di balik selulernya.
Ia mengungkapkan, hal ini dilakukan demi memutuskan mata rantai penyebaran pandemi.
Sebab pada Sabtu pekan lalu, Dia (kadis), diinformasikan bahwa seorang anak buahnya terpapar covid-19. sehingga, pihaknya perlu melakukan test antigen untuk seluruh staf kantor itu.
Untuk itu, telah dilakukan koordinasi bersama dengan tim gugus tugas. Juga termasuk kepada pimpinan daerah untuk mengizinkan untuk sementara waktu.
Sehingga, berdasarkan izin dari Bupati maka pihaknya telah menyurati Disdukcapil Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat melalui Dirjen Kependudukan yang sifatnya memohon izin karena petugas terpapar.
“Saya sedang konsultasi dengan tim gugus, rencana teman-teman semua mau di Tes antigen dulu,” ungkapnya.
Sementara libur dan menunggu tes, pihaknya juga akan melakukan penyemprotan seluruh ruangan. tanggal 15 Februari seluruh pegawai diharuskan kembali masuk kantor, untuk memastikan peralatan dan kantor. Setelahnya, 16 februari barulah pelayanan dilakukan.
“Tanggal 15 harus masuk, tapi 16 baru pelayanan,” uangkap Yeremias.
Ia berharap kepada masyarakat di Daerah ini untuk tetap bersabar dan menunggu demi memutuskan penyebaran covid.
“Saya harap, masyarakat yang ingin pelayanan dukumen kependudukan bersabar. Kami menghindar agar penyebaran diputuskan mata rantainya,” harap Yeremias Mote.(Red)
Terpisah, sekretaris suku Yerisiam Gua, Robertino Hanebora mengatakan, ia hendak ke kantor Disdukcapil untuk berkoordinasi terkait warganya yang belum memiliki dukumen kependudukan. Akan tetapi, sesampainya didepan kantor, terlihat pengumuman yang isinya kantor itu diliburkan.
“Saya mau cek bagaimana untuk masyarakat di kampung yang belum punya dokumen. Mungkin ada jalan keluar, tapi sampai di depan kantor ada pengumuman jadi saya balik,” ujar Hanebora.(Red)

 

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.