Jalur evakuasi bencana di pasang, BPBD; Warga jangan rusak

  • Whatsapp
Kepala BPBD Nabire, Vicktor Fun – Bumiofinavandu.id
Bumiofinavandu.id – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memasang rambu-rambu peringatan dan petunjuk jalur evakuasi di berbagai titik di wilayah ini. tujuannya tak lain bahwa bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam (gempa bumi atau tsunami), maka warga diminta untuk menyelamatkan diri melalui jalur-jalur yang sudah ditentukan.

Rambu-rambu peringatan dan jalur evakuasi tersebut sudah di pasang beberapa waktu lalu. Titiknya seperti kampung Sanoba, kelurahan Kalibobo, Jalan Merdeka dan Oyehe serta beberapa titik lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Nabire Victor Fun, Senin (01/02/2021) mengatakan pemasangan rambu-rambu tersebut dimaksudkan sebagai petunjuk bagi warga masyarakat tentang jalur evakuasi dan titik kumpul. apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, baik itu banjir, tanah longsor, maupun gempa yang berakibat tsunami.
“Kita tidak minta bencana, tetapi ini bagian dari program pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Jadi seandainya terjadi maka kita bisa lari selamatkan diri lewat jalur yang sudah ditentukan,” kata Fun.
Menurutnya, hal ini merupakan upaya mitigasi struktural dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana guna Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Sehingga diharapkan kepada masyarakat untuk menjaga rambu yang sudah dipasang untuk kepentingan bersama.
Ia menambahkan bukan hanya pemasangan rambu-rambu, akan tetapi sosi sosialisasi dan simulasi juga dilaksanakan dengan melibatkan stakeholder yang ada. Tujuannya adalah untuk membangun ketangguhan masyarakat di Nabire dalam menghadapi bencana.
“Jadi kami harap, warga jik amelihat rambu jangan sampai dirusak. Ini demi kepentingan bersama. Karena semua ini adalah bagian dari pengurangan resiko bencana,” harap Fun.
Meddy Tunapa, Kasudbid logistic BPBD Nabire menambahkan terpasang sebanyak 57 unit rambu bencana yang terdiri dari 4 (empat) item, yakni rambu peringatan, rambu penunjuk arah tempat pengungsian, rambu jalur evakuasi dan titik kumpul, berdasarkan titik koordinat GPS.
“Jadi ada empat item dengan totalnya ada 57 unit,” tambah Tonapa.(Red)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.