Rencana Vaksin Sinovax tiba di Nabire belum pasti

Jubir tim covid-19 Kabupaten Nabire, dokter Frans Sayori – Bumiofinavandu. 

Nabire, Bumiofinavandu.id – Juru bicara tim covid-19 Kabupaten Nabire, Papua, Dokter Frans Sayori mengatakan, belum pasti rencana vaksin sinovax tiba di Nabire. Hal tersebut diseebabkan beberapa persoalan yang sedang dipersiapkan. seperti; penentuan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) pelaksanaan vaksinasi. sosialisasi dan penggunaan aplikasi PCare oleh BPJS. Sosialisasi dan pengenalan penggunaan aplikasi Smile (pencatatan dan pelaporan logistik) secara online yangg diikuti oleh petugas. 

Selain itu, pendaftaran peserta pelatihan vaksinator ke Provinsi, pendataan tenaga kesehatan (Nakes). Pertemuan koordinasi internal dan External, pelatihan petugas vaksinator. 

“Ini merupakan tahapan kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan di Nabire, sebelum vaksin tiba. sehingga kita tidak terkesan terburu-buru dalam pelaksanaannya,”kata dokter Sayori di Nabire. Selasa (19/1/2021). 

Sayori menjelaskan, fasyankes yang akan digunakan untuk pemberian vaksin sebanyak 22 tempat yang terdiri dari 18 puskesmas, RSUD Nabire, klinik milik TNI/Polri. Selain itu, tim juga sedang menyiapkan data tenaga kesehatan yang akan menyuntik vaksin, pengumpulan data penerima vaksin termasuk sosialisasi masih terus dilakukan. 

Juga pendaftaran tenaga vaksinator untuk penyuntikan vaksin yang sementara masih menunggu jadwal dari Provinsi, sebab harus memiliki sertifikakat. Data penerima vaksin yakni nakes, TNI/Polri dan ASN yang berumur 18-59 Tahun dan logistik. 

Untuk tenaga vaksinator, rencananya untuk satu puskesmas 5 orang, rumah sakit 10 orang dan dinas kesehatan 5 orang. 

“Selama Dinkes masih dalam tahap persiapan, vaksinasi belum bisa di lakukan. Jadi kemungkinan awal februari baru vaksin di Nabire,” jelasnya. 

Lanjutnya, persoalan penting dalam pemberian vaksin sinovax adalah pendanaan. Sebab setelah vaksin tiba di Nabire nanti, harus didistribusikan ke puskesmas-puskesmas yang tersebar di wilayah ini. sementara untuk biayanya sesuai perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi, bahwa pendanaannya dibebankan kepada daerah melalui APBD. Artinya, tugas pusat adalah membiayai vaksin sampai ke Provinsi lalu Provinsi melanjutkan ke Kabupaten/Kota. dan selanjutnya ke daerah atau puskesmas adalah tanggungjawab daerah atau kabupatennya. 

“jadi butuh biaya untuk ke sana (puskesmas-puskesmas). Kita di nabire harus sampai ke pelosok, Dipa Menou, dan pulau-pulau dan sebagainya,” lanjut Sayori. 

Ketua Fraksi Nabire bersatu DPDR Nabire, Rohedi M Cahya mengharapkan agar tim bersama pemerintah merencanakan sebaik mungkin pelaksanaan pemberian vaksin di Nabire agar berjalan dengan baik. Terutama dalam mensosialisasikan sehingga masyarakat dapat mengerti dan menerima dengan baik. 

“hal penting lainnya adalah pembiayaan. Intinya kami dewan berharap yang terbaik untuk masyarakat,” tabah Rohedi.(Red)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.