Bupati Nabire tinjau Bandar udara Kaladiri

Bupati Isaias Douw ketika memberikan penjelasan kepada awak media di Bandar udara Kaladiri Nabire – Bumiofinavandu. 

Nabire, Bumiofinavandu.id – Bupati Kabupaten Nabire, Papua, Isaias Douw, pada senin (18/1/2021) mengunjungi proses pekerjaan bandar udara Douw Aturure di Karadiri, Distrik Wanggar. Kunjungan Bupati Isaias didampingi sejumlah pejabat, diantaranya; Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim, Kepala Dinas Perhubungan Alpius Douw, Kepala Bappeda Michael Danomira, Kepala Bagian Humas dan Protokol Yermias Degei, serta Kepala Bandar Udara Nabire. 

Bupati Douw mengatakan, dimasa kepemimpinannya terdapat sedikitnya 14 program prioritas. Tiga di antaranya adalah di bidang perhubungan pembangunan bandar udara Douw Aturure Karadiri merupakan salah satu dari tiga program prioritas di bidang perhubungan di masa kepemimpinannya, seperti bandar udara Douw Aturure Karadiri, Pengembangan Pelabuhan Penumpang dan Pelabuhan Konteiner. 
“Ada 14 program prioritas kami, tiga ada di perhubungan yan merupakan skala prioritas,” kata Bupati Isaias. 
Menurutnya, untuk pelabuhan konteiner awalnya direncanakan di Nusi tetapi karena di Nusi setelah disurvey ada batu karang sehingga kapal tidak bisa masuk maka kami sudah satukan dengan pelabuhan penumpang di Samabusa. Termasuk terminal penumpang di pelabuhan yang sudah rampung. 
“Maka kedatangan hari ini untuk untuk melihat dan memastikan proses pengerjaannya sudah sejauh mana,” ujarnya. 
Dia menjelaskan, bandar udara Douw Aturure awalnya dibangun dengan menggunakan APBD Nabire. muai dari penyiapan lahan, pembebasan lahan, penimbunan, serta penyiapan dokumen. Dengan total anggaran mencapai 145 milyar. Kemudian dilanjutkan dengan proses lobi kepada kementerian perhubungan dan Bappenas baik lisan maupun tertulis, hingga Presiden Jokowi dan Kepala Bappenas pernah turun meninjau. 
“Puji Tuhan, Presiden langsung respon dan perintahkan kepada Kepala Bapennas dan Menteri Perhubungan agar Bandara Nabire menjadi asset Nasional dan harus selesai tahun 2019,” lanjut Isaias. 
Kepala Dinas Perhubungan, Alpius Douw, mengaku, proses pembangunan bandar udara Douw Aturure ini memakan waktu hamppir 10 Tahun. Sehingga, selanjutnya akan diselesaikan oleh kementerian perhubungan pada Tahun 2021. Untuk Tahun ini yang dikerjakan adalah runway sepanjang 1,6 KM, sisi darat bandara dan fasilitas penunjang lainnya termasuk jalan masuk ke bandara. 
“Maka masih ada sisa 1 KM yang akan terus kami koordinasi dengan pusat hingga 2022 nanti. Jadi untuk tahap pertama akan didarat oleh pesawat ATR, selanjutnya kalau sudah rampaung keseluruhannya untuk 2,5 Kilometer maka tentunya akan turun juga pesawat berbadan besar,” tambah Alpius Douw.(Red)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.