4.000 ribu orang yang terdaftar akan menerima vaksin covid-19 pertama kali di Nabire

  • Whatsapp
Juru bicara tim covid-19 Kabupaten Nabire, Papua, dr. Frans Sayori – Bumiofinavandu. 

Nabire, Bumiofinavandu.id – Juru Bicara tim covid-19 Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori, mengatakan, data sementara dari jumlah orang yang akan mendapatkan vaksin tahap awal di Nabire mencapai 4.000 orang. 

Jumlah itu terdiri dari tenaga kesehatan (dokter, perawat) berjumlah hampir 2.000 orang. Jumlah itu mencakup Rumah Sakit, Puskesmas, sejumlah Poliklinik, ASN dan anggota TNI/Polri. 
“Mereka akan divaksin setelah anggota Forkopimda, belum lagi yang lainnya jadi ada 4000 kira-kira daftar sementaranya,” ujar Sayori di Nabire, Kamis (14/1/2021). 
Namun kata dia, dari jumlah itu belum tentu semua sehat dan memenuhi syarat untuk divaksin. Sebab sebelum diberikan vaksin, harus dipastikan bahwa penerima terbebas dari penyakit komorbid seperti diabetes (gula), jantung, hipertensi, paru-paru ginjal atau sementara terdapat riwayat penyakit TBC, HIV, serta sedang hamil dan menyusui maka penyuntikan ditunda. 
Sementara, jika ada yang ragu untuk divaksin maka dia harus menandatangani surat pernyataan bahwa belum bersedia untuk di vaksin. 
“Jadi jangan panik, kan harus diperiksa dulu. Lagipula, saya pikir mungkin dari 4.000 ini yang berhasil hanya 1.000 saja. Karena itu tadi, kemungkinan ada penyakit bawaan,” kata Sayori 
Ia mengingatkan, masyarakat bahwa vaksin covid dari sinovac sangat aman dan tidak menimbulkan efek samping. Namun ia juga mengatakan bahwa setelah disuntik bukan berarti melupakan protokol kesehatan. 
“Jadi vaksin ini aman. Lalu terpenting lain adalah untuk memutus mata rantai covid maka Prokes tetap dilakukan dalam keseharian kita,” ungkapnya. 
Sementara, Anggota DPRD Nabire, Salmon Pigai mengapresiasi langkah sosialisasi oleh tim gugus tugas. Namun ia mengimbau kepada tim untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat. 
Ia bahkan meminta agar pihak yang menerima pertama vaksin harus dibuatkan video untuk dijadikan bahan sosialisasi kepada masyarakat. 
“Ini bagus, kalau bisa siapa yang terima vaksin pertama di Nabire harus buatkan video. Lalu disebarkan sebagai bahan sosialisasi agar warga percaya,” ujar Pigai. 
Sementara, seorang warga Kelurahan Siriwini, Lukman mengaku was-was untuk mendapatkan vaksin sinovac. Pasalnya, terlalu banyak berita miring baik di media masa maupun media sosial yang seakan-akan menakutkan. 
“Jujur saya takut, banyak berita sana sini. Tapi setelah saya berpikir baik lalu tanya ke petugas maka saya sekarang mengerti. Jadi walaupun takut tapi kan harus periksa dulu,” tutupnya.(Red)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.