Tahun 2020, Lakalantas menurun di Nabire

Iptu Hajar Azwad saat memberikan penjelasan di ruang kerjanya – Bumiofinavandu. 

Nabire, Bumiofinavandu – Kepala Kepolisian Resort (Polres) Nabire melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Iptu Hajar Azwad, mengatakan, perbandingan kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Polres Nabire mengalami penurunan sekitar 3-4%. Hal ini dibuktikan dari jumlah lalalantas Tahun 2019 sebanyak 183 kasus. Rinciannya antara lain, meningal dunia (MD) 39 orang, luka berat (LB) 108 orang, luka ringan (LR) 66 orang dengan kegurian materiil sebesar Rp 584 juta rupiah. 
Sementara untuk Tahun 2020, jumlah laka lantas sebanyak 166 kasus dengan korban MD 33 orang. LB 71 orang, LR 119 orang dengan kerugian materiil sebesar Rp 953.400 ribu rupiah. 
“Puji Tuhan, 2020 ini ada berkurang sedikit dika dibandingkan Tahun sebelumnya,” ujar Azwad saat ditemui di ruang kerjanya. Rabu (6/1/2020). 
Menurutnya, faktor penurunan terjadi lantaran edukasi dari berbagai pihak secara terus menerus. Baik dari satuan lalilintas, media, keluarga dan lainnya. 
Maka ia berharap agar edukasi terus dilakukan oleh semua pihak guna menekan angga kecelakaan lalin di Nabire. 
“mungkin saja turun karena edukasi dari semua pihak yang secara terus menerus,” tuturnya. 
Hajar Azwad melanjutkan, seringnya terjadi lakalantas adalah akibat miras, kurang berhati – hati, kelengkapan kendaraan dan rambu lalu lintas/penerangan jalan. Dan banyaknya kecelakaan terjadi adalah kendaraan roda empat di luar kota, sedangkan di dalam kota didominasi kendaraan roda dua. 
“Kalau di dalam kota kebanyakan menerobos lampu merah, sedangkan di luar kota kurang berhati – hati, kurang seperti tidak pakai helm dan dan miras,” lanjutnya. 
Untuk itu, pihaknya terus berupaya dengan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penerangan dan penambahan rambu lalilintas termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat agar selalu mengingatkan warganya dalam tertib lalin. 
Sebab, dalam beberaapa hari saja di awal Tahun 2021 sudah ada tiga korban yang meninggal dunia. 
“Kami akan terus berkoordinasi, misalkan lampu tidak bagus, rambu rusak atau terlepas dan kita akan berkoordinasi untuk edukasi terus dilakukan,” pungkasnya. 
Kurios B Duwiri, Sekretaris Suku Wate Kampung Oheye menambahkan, banyak orang di wilayah ini seenaknya berkendara di jalan, tidak pakai helm, mabuk, menerobos lampu merah. Seolah itu jalan raya dia punya sendiri. 
“Banyak orang seperti itu di jalan akibatnya pasti kecelakaan. Sebenarnya bagi saya di jalan itu bukan siapa yang benar atau salah. Takut polastas atau bukan, tapi harusnya kita tertib dan saling menghargai, pasti kita selamat di jalan,” katanya.(Red)

PHP Dev Cloud Hosting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.