APAP rayakan Natal dengan mama-mama pedangan pasar di Nabire

  • Whatsapp
Bad Laud _ Bajak Laud, [21.08.21 21:10] Foto bersama mama-mama Papua dan APAP – Bumiofinavandu.

Nabire, Bumiofinavandu – Asosiasi Pedagang Asli Papua (APAP) Nabire merayakan Natal Tahun 2020 bersama mama-mama pedagang asli Papua pada Rabu (30/12/2020). Perayaan natal dengan tema

“Mama-mama perempuan Papua dibawah matahari sungguh berharga di mata Tuhan’ dengan sub tema “Usaha dan derita air mata dan dan doa sakit bersalin mama-mama Papua bagi keselamatan generasi tersisa melahirkan generasi baru yang takut Tuhan sangat besar kuasanya”.   

Pendeta Jack Ikomou mengajak agar semua orang, terutama anggota APAP, keluarga mama-mama Papua harus menghargai dan menjunjung tinggi peran perempuan terutama mama-mama dalam perannya di dalam keluarga. sebab mama-mama Papua asal pedalaman misalnya, mereka bukan saja berperan sebagai seorang ibu rumah tangga tetapi sekaligus segabai kepala keluarga.   

“Bayangkan saja, mama-mama Papua bukan ambil peran sebagai seorang istri dari suami atau ibu anak-anaknya, tetapi mereka berperan ganda ibarat seorang suami,” kata Pendeta Ikomou.   

Lihat saja lanjut pendata Ikomou, mulai dari manandung, melahirkan, mengurus anak, hal ibu belum cukup bagi mereka. tetapi, mama-mama juga mengambil peran suaminya, mereka berkebun, lalu dijual ke pasar dengan duduk dipinggir jalan menjajakan dagangannya. Setelah itu, hasilnya digunakan untuk keperluar keluarga. dan hal yang dibanggakan adalah mama-mama Papua tidak tergantung dengan suaminya, artinya selain suami mencari nafka, mereka juga berusaha. Dengan cucuran air mata, derita, dan segala bentuk perjuangannya demi menghidupi dan mengelohaknan anaknya.   

“Dan hasilnya sudah terbukti, banyak diantara kira denganberbagai profesi atau sarjana, adalaah hasil dari mama-mama kita yang duduk di pasar dengan berjemur di teruk matahaari dan hujan,” lanjut dia.   

Kata dia, sebagai orang Kristen harus percaya bahwa bagi siapa yang bersusah payah, berlinang air mata akan mendapatkat berkat dari hasil dan jerih payahnya. Sebagaimana telah tertulis dalam kitab Amzal 31:10 – istri yang cakapsiapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada permata. Dan dalam Mazmur 126:4-6 – Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di tanah Negeb (ayat 4). orang-rang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai (ayat 5). Orang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya (ayat 6).    Sehingga, ia mengajak seluruh yang hadir dalam perayaan natal mama-mama Papua, untuk selalu menghargai, menyayangi, serta mentaati ibunya. Sebab tanpa seorang ibu, hidup akan sia-sia.   

“Saya ajak kita semua untuk menghargai dan menghormati ibu kita, mari kita mulai dari Natal ini sampai-selama lamanya,” ajat pendeta Ikomou.   

Seorang pedagang pasar mama-mama Papua, Oktovina Pekei sangat berterima kasi kepada APAP dalam perhatian dan perjuangannya terhadap mama-mama pasar. Menurutnya, APAP telah mengerti dan memahami apa sebenarnya yang diinginkan mama-mama Papua di Pasar.    Sehingga, ia mengharapkan agar apa yang dapat diperjuangkan oleh APAP bisa membuahkan hasil.   

“Kami bangga dengan anak-anak ini. perjuangan mereka luar biasa. Semoga saja apa yang dicita-titakan untuk kami dapat tercapai dan dijawab oleh pemerintah,” kata mama yang sering berjualan di pasar Kalobobo ini.   

Ketua panitia, Fransiskus Takimai mengaku, pelaksanaan Natal APAP bersama mama-mama pedagang asli Papua di Nabire dihadiri oleh perwakilan dari seluruh pasar di Nabire. dan pelaksanaan ini merupakan yang kedua kalinya untuk merayakan kebahagiaan natal bersama mereka.   

“Memang ada yang tidak datang, tapi hampir ada seluruh perwakilan dari setiap pasar di Nabire,” akuh Takimai.   

Ia melanjutkan, natal bersama mama-mama pedagang Papua di Nabire adalah bagian dari program pendampingan untuk mereka. sehingga, walaupun dengan segala keterbatasan terutama biaya, namun pelaksanaan tetap harus dilaksanakan.   

“ini bagian dari program pendampingan bagi mereka. jadi biasanya kami akan ebamukai 9sumbangan sukarela dari anggota bahkan kami menerima donator yang tidak terikat. Jadi, kali ini biaya hampir kurang lebih ada Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah).(Red)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.