Massa pendukung paslon 01 duduki jalan A. Yani Nabire

  • Whatsapp
Massa pendukung Mote-Darwis berunjuk rasa di Kantor KPU Nabire di Jalan Jenderal Soedirman, Minggu (13/12/2020) – Bumiofinavandu.
 

Nabire, Bumiofinavandu – Masa pendukung pasangan calon Bupati Nabire dari nomor urut 01. pendukung Mote-Darwis duduki Jalan A. Yani dan berunjuk rasa di Kantor KPU Nabire pada Minggu (13/12/2020). Mereka memprotes hasil pencoblosan di Distrik Dipa, dan Menou. 

“Kami menemukan kejanggalan pada hasil pencoblosan di Dipa dan Menou. PPD (panitia pemilihan distrik) tidak mengumumkan hasil rekapilutasi penghitungan suara,” kata Bentot Yatipai, Ketua Tim Pemenangan Mote-Darwis. 
Massa menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire membatalkan hasil penghitungan suara tersebut karena dianggap sebagai upaya memenang kandidat lain. Mereka menuding ada pihak tertentu memanipulasi hasil pencoblosan. 
“Kami meminta penghitungan ulang karena ada oknum yang berupaya memenangkan salah satu pasangan calon. Mereka menggunakan penghapus pulpen untuk mengubah penghitungan suara,” ungkap Yatipai. 
Divisi Hukum Tim Pemenangan Mote-Darwis, Merry Yoweni menambahkan temuan tersebut telah dilaporkan kepada KPU setempat. Mereka juga berencana mengadukannya kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nabire. 
“(Akibat dugaan kecurangan itu) pasangan calon nomor urut 1 (Mote-Darwis) menjadi tidak memiliki suara di dua distrik tersebut. (Karena itu,) kami minta penyelenggara (KPU Merauke) membagi hasil suara atau mendiskualifikasi penghitungan,” kata Yoweni. 
Anggota KPU Nabire Denny Merin menegaskan rapat pleno penghitungan suara wajibkan melibatkan saksi dari setiap kandidat kepala daerah. Para saksi dapat mengajukan protes dan mencatatkannya pada formulir pengaduan atau keberatan. 
“Formulir itu bisa menjadi dasar untuk menggugat (hasil pilkada). Namun, keberatan (pengaduan tersebut) diajukan kepada Bawaslu, bukan KPU,” kata Merin.(Red)

 

 

 

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.