Proses KBM sudah berjalan normal di Nabire

  • Whatsapp

Siswa-siswi di SMP N 4 Nabire ketika sedang belajar – Bumiofinavandu. 

Nabire, Bumiofinavandu – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang berkata, perkembangan Pendidikan di Nabire sudah mulai membaik. Hal itu terlihat sejak kembalinya kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah pada (3/11) lalu. Namun, kegiatan belajar mengajar (KBM) baru diikuti oleh sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK. sementara untuk sekolah dasar belum dibolehkan, mengingat murid SD tidak sama dengan murid SMP dan SMA. 

“Perkembangan sudah mulai bagus. Artinya tidak ada keluhan-keluhan, baik dari murid maupun gurunya,” kata Pasang di Nabire. Rabu (11/11/2020). 
Ia menjelaskan baiknya perkembangan didapati dari kunjungannya ke sekolah-sekolah. Lantaran saban hari Pasang mendatangi sekolah dan selalu menanyakan perkembangan dari guru dan siswanya. 
Selain itu, sekolah juga sudah mulai membiasakan diri dengan mengikuti protokoler kesehatan sesuai petunjuk yang diberikan. 
“Saya selalu datangi sekolah dan tanya apa keluhannya. Ternyata untuk sementara belum ada, bahkan mereka (sekolah) sangat taat protokoler. Meja kursi dibagi dua, jarak, pakai masker, cuci tangan. Semoga terus seperti ini,”Pasang menjelaskan. 
Menurutnya, beberapa waktu ke depan sekolah akan menghadapi ujian semester dan tetap dilaksanakan melalui tatap muka seperti biasa. Yakni satu kelas dibagi dua jam tatap mukanya. Misalnya, 30 siswa harus dibagi dua seperti saat ini. 
Namun untuk soalnya sudah disampaikan bahwa soal yang diberikan guru tidak harus sama. Mengingat jangan sampai soal bocor olah siswa kepada temannya di hari kedua. 
“”UTS tetap tatap muka, tapi kelaskan dibagi dua, misalnya hari ini kelompok satu masuk dengan soal yang sudah ada, maka besoknya harus soal berbeda untuk kelompok kedua,” tuturnya. 
Lanjut dia, walaupun saat ini tatap muka sudah berjalan, namun Dinas Pendidikan tetap mengizinkan jika ada orang tua yang keberatan anaknya bila masuk sekolah. 
Artinya, boleh dan proses belajarnya masih melalui daring atau luring ataupun manual, Asalkan anak bisa belajar. 
“Kami masih izinkan bila ada orang tua yang belum izinkan masuk dan itu ada. Jadi guru harus perhatikan belajarnya termasuk orangtuanya,” lanjut Pasang. 
Terpisah, Wakepsek kurikulum SMP N 4 Nabire, Emilia Tukiya mengatakan, semenjak sekolah masuk kembali, proses pembelajaran berjalan normal tanpa kendala. Tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan. 
Hanya saja, masih terdapat beberapa anak yang orang tuanya belum mengijinkan untuk datang belajar tatap muka di sekolah. Maka jalan keluarnya adalah secara luring dan daring. 
“Jadi tetap anak-anak yang belum di izinkan orang tua untuk di sekolah tetap kita layani untuk dalam belajarnya. Dan sampai hari ini tidak ada kendala,” kata Tukiya.(Red)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.