Tahun 2021, petani harus punya kartu tani

  • Whatsapp
Kartu Tani – Bumiofinavandu/Ist. 
Nabire, Bumiofinavandu – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire melalui kepala seksi (kasie) Lahan dan Irigasi, Hasruddin mengungkapkan Tahun 2021 nanti seluruh petani baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non OAP harus memiliki kartu petani.

Kartu tani kata dia, merupakan program Nasional melalui Peraturan Presiden No. 77 Tahun 2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden RI No. 15 Tahun 2011. Dan Peraturan Menteri Pertanian No. 69/Permentan/SR.310/12/2016 tentang alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian TA 2017. juga, Peraturan Menteri Perdagangan No. 15/M- Dag/Per/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.

Bacaan Lainnya

“Tahun depan petani harus punya kartu Tani,” kata Hasruddin kepada di ruang kerjanya. Senin (02/11/2020).

Persyaratannya, petani harus terdaftar sebagai kelompok tani, fotocopy e-KTP. melapor ke penyuluh pertanian dan kepala kampung mengetahui kelompok tani. Masuk dan terdaftar dalam RDKK melalui tim verifikasi dan validasi dan beberapa persyaratan lainnya.

“maka, kalau tidak memiliki kartu tani, petani tidak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Hasruddin menjelaskan, manfaatnya antara lain, dapat menjamin penyaluran bantuan subsidi dan bantuan sosial lainnya agar lebih tepat sasaran. Memastikan ketersediaan saprotan bersubsidi/non subsidi, memudahkan penjualan hasil panen oleh off taker (tanpa melalui perantara) dan berbagai keuntungan lainnya.

Apabila terdapat petani penggarap, maka dia juga berhak untuk mendapatkan sepanjang memiliki dokumen kependudukan. Andai KTPnya luar Nabire maka wajib membuat keterangan berdomisili.

“Jadi nantinya ini system online yang mencantumkan dokumen kependudukan yang bersangkutan. Kemudian kita di Nabire ini ada dua jenis petani yaitu ada petani tetap dan ada petani penggarap. Dan jujur saya petani penggarap sangat menopang perekonomian di Nabire ini,” jelasnya.

Sehingga saat ini persiapan dinas pertanian adalah pengimputan RDKK (Rincian Data Kebutuhan Kelompok).

Maka, sangat diharapkan kepada kelompok-kelompok tani dan petani baik OAP maupun Non OAP agar sedapat mungkin mencari informasi untuk segera mendaftarkan diri.

“Kami harap agar semua di Nabire terakomodir. Jadi petani silahkan mencari informasi melalui kelompok tani. Paling lambat tanggal 22 November sudah harus dikirim,” harap Hasruddin.

Terpisah, Tukimin petani di Kampung Wanggar mengatakan sudah mendapat informasi tentang kartu tani. Sehingga saat ini ia sedang mengurus bersama rekan-rekannya di kelompok tani.

“Benar, kami sedang gurus dengan kelompok tani,” kata Tukimin.(Red)

Pos terkait

PHP Dev Cloud Hosting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.